Orang yang Suka Menyendiri Ternyata Punya IQ Tinggi Loh!

Fellyanda Suci Agiesta
Fellyanda Suci Agiesta

Orang yang Suka Menyendiri Ternyata Punya IQ Tinggi Loh! Foto: Lifehack

WinNetNews.com - Saat hari libur, biasanya anak muda berjalan - jalan atau menikmati suasana di luar rumah. Tapi tidak untuk dirimu. Saat libur, kamu hanya ingin melakukan hal sendiri, tidak dengan teman - teman. Kamu mulai bertanya-tanya apakah kamu dilahirkan untuk menjadi penyendiri, meskipun kamu menikmati setiap saat untuk menghabiskan waktu dengan teman-teman kamu.

Tapi setiap kali kamu harus membuat pilihan antara bekerja dan bersosialisasi, kamu akan memilih salah satunya. Mencapai suatu tujuan atau menyelesaikan tugas selalu memicu rasa kebahagiaan tak tertandingi dalam dirimu.

Jadi, adakah sesuatu yang salah dengan kamu? Psikolog tidak berpikir begitu. Psikolog percaya mentalitas seperti itu bisa menjadi tanda kecerdasan yang tinggi.

Pada bulan Februari, Satoshi Kanazawa dari London School of Economics, bersama-sama dengan Norman Li dari Singapore Management University, yang menerbitkan penelitian dalam British Journal of Psychology, menunjukkan bahwa, individu yang lebih cerdas mengalami kepuasan hidup yang lebih rendah ketimbanglebih sering sosialisasi dengan teman-teman. (Li & Kanazawa, 2016).

Singkatnya, orang pintar mungkin merasa lebih bahagia ketika mereka kurang aktif secara sosial. Tim juga melihat ke dalam hubungan antara tingkat kepuasan, kepadatan penduduk dan kinerja IQ.

SEBALIKNYA, dalam daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi (937 orang / km2, salah satu standar deviasi di atas rata-rata), individu yang lebih cerdas memiliki lebih tinggi yang berarti kepuasan hidup daripada individu kurang cerdas lakukan. (Li & Kanazawa, 2016).

Rata-rata orang menikmati kepuasan hidup yang lebih besar dalam daerah pedesaan daripada di kota padat penduduk. Tapi untuk yang benar-benar cerdas? Mereka adalah penduduk perkotaan.

Perbedaannya bisa disebabkan oleh tanggapan kita terhadap lingkungan leluhur. Sebuah penjelasan untuk perbedaan tersebut antara orang rata-rata dan cerdas adalah "teori savana kebahagiaan". Diciptakan oleh Kanazawa pada tahun 2014, teori ini berpendapat bahwa meskipun evolusi pada manusia, beberapa perilaku kita masih menanggapi lingkungan leluhur.

Dengan kata lain, nenek moyang kita hidup dalam lingkungan di mana interaksi sosial adalah penting untuk kelangsungan hidup, kita hidup di lingkungan masyarakat modern masih lebih suka sering bersosialisasi bahkan tidak lagi untuk tujuan hidup. Tetapi orang-orang yang sangat cerdas yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang sangat berbeda dari satu leluhur, seperti yang Kanazawa usulkan dalam studi 2004 bahwa kecerdasan sebenarnya adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi baru.

Apa Reaksi Kamu?