Rapimnas Akal-akalan Aburizal CS untuk Semakin Perkeruh Suasana

Rapimnas Akal-akalan Aburizal CS untuk Semakin Perkeruh Suasana

Jumat, 22 Jan 2016 | 10:52 | kontri

WinNetNews.com - Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) mempertanyakan langkah Aburizal Bakrie Cs yang berencana menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas) pada Sabtu (23/1/2016) mendatang. GMPG menilai Rapimnas yang digelar kubu Golkar Munas Bali itu tidak memiliki kedudukan hukum.

"Rapimnas itu patut dipertanyakan legal standingnya. Apalagi Munas Bali tidak pernah mendapatkan legalitas dari Kemenkumham," kata inisiator GMPG, Ahmad Doli Kurnia saat dikonfirmasi, Kamis (21/1/2016). Doli menuturkan, jika ingin menggelar Rapimnas harus dilakukan secara bersama dua kubu sesuai saran Jusuf Kalla.

Menurutnya, jika Rapimnas nanti dilakukan oleh satu kubu saja maka akan memperpanjang konflik dualisme kepengurusan Golkar. "Rapimnas ini adalah akal-akalan Aburizal Cs saja untuk semakin memperkeruh suasana," tuturnya. ‎Masih kata Doli, dalam menyelesaikan dualisme Golkar telah disepakati dibentuknya tim transisi.

Tim transisi tersebut yang akan menyelenggarakan musyawarah nasional (Munas) Golkar sebagai upaya pembentukan kepengurusan baru Golkar. "Yang relevan sekarang dalam menyelesaikan proses dualisme yang terjadi di Golkar adalah melalui Munas. Munas yang diselenggarakan tim transisi," ujarnya.

Sebaiknya, kata Doli kedua kubu yang berseteru di internal Golkar menunggu langkah yang akan dilakukan tim transisi segera selenggarakan Munas. Menurutnya, biarkan tim transisi bekerja untuk mewujudkan persatuan Golkar.

"‎Sekarang harapan ada pada Pak JK, Pak Habibi dan tim transisi lainnya. Tim transisi harus segera lakukan langkah-langkah yang konkrit," katanya.

(dilansir dari tribunnews)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...