Ratu Atut Dituntut 8 Tahun Penjara, Rano Disebut Terima Rp 700 Juta
istimewa

Ratu Atut Dituntut 8 Tahun Penjara, Rano Disebut Terima Rp 700 Juta

Jumat, 16 Jun 2017 | 14:04 | Rusmanto

WinNetNews.com - Rano Karno disebut jaksa KPK menerima uang Rp 700 juta terkait pengadaan alat kesehatan rumah sakit rujukan Banten saat masih menjabat wakil gubernur Banten. Nama Rano masuk dalam surat tuntutan mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Menurut jaksa, duit yang diterima sejumlah pihak termasuk Rano Karno terkait dengan perusahaan pemenang lelang. Ini terkait dengan penyusunan dan pelaksanaan anggaran untuk pengadaan Alkes Rumah Sakit Rujukan Pemprov Banten tahun 2012.

Menurut jaksa, Direktur PT Bali Pasific Pragama TB Chaeri Wardana Chasan alias Wawan yang juga adik Ratu Atut pernah meminta Dadang Prijatna staf PT BPP agar masing-masing Direktur perusahaan pemenang lelang menyerahkan uang secara tunai.

Uang yang ditransfer Rp 112 miliar untuk pengadaan Alkes yang bersumber APBD Tahun 2012 sebesar Rp 88 miliar. "Sedangkan untuk pengadaan alkes yang bersumber APBD Tahun 2012 sebesar Rp 24 miliar," kata jaksa.

Sebelumnya Rano Karno sudah pernah memberikan bantahan soal aliran dana yang disebut eks Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Djaja Budi Suhardja dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Rabu (15/3).

"Saya membantah keras semua tuduhan yang disampaikan Saudara Djaja, mantan Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Banten, yang sudah diketahui umum telah menandatangani surat pernyataan loyalitas kepada Gubernur Banten ketika itu, Ratu Atut Chosiyah, di hadapan Saudara Tubagus Chaeri Wardana," ujar Rano dalam keterangan tertulis, Rabu (15/3).

Rano mengatakan, tindak pidana korupsi yang membuat Ratu Atut menjadi terdakwa terjadi pada tahun anggaran 2011-2012. Sementara Rano dilantik sebagai Wagub Banten pada 11 Januari 2012.

"Saya tidak terlibat dan tidak pernah dilibatkan sama sekali dalam proses perencanaan, penganggaran, hingga penggunaan mata anggaran alat kesehatan tersebut yang berujung pada tindak pidana korupsi," tegas Rano.

Ratu Atut dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan. Ratu Atut diyakini jaksa pada KPK melakukan korupsi dengan mengatur proses penganggaran pengadaan alat kesehatan (alkes) Banten.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...