Ratu Keraton Agung Sejagat Sempat Update Medsos Saat Ditahan Polisi, Kok Bisa?

Ratu Keraton Agung Sejagat Sempat Update Medsos Saat Ditahan Polisi, Kok Bisa?

Jumat, 17 Jan 2020 | 10:55 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Ratu Keraton Agung Sejagat yang belakangan terungkap nama aslinya adalah Fanni Aminadia diketahui sempat memposting foto terbaru di akun Instagramnya. Padahal, ia tengah berada dalam pemeriksaan polisi.

Dalam unggahan terakhirnya di Instagram kemarin (16/1/2020) yang tampak memohon pembelaan dari Ganjar Pranowo, Fanni menolak untuk merasa bersalah terkait dugaan polisi bahwa dia menyebar berita bohong atau hoaks. Dalam takarir yang sama, Fanni menyatakan penangkapan dirinya dan Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso—yang juga jadi tersangka—terkesan ekslusif sebab langsung membawa awak media.

“Saya yang dituduh menyebar berita Hoax, padahal yang menyebar media. Dan saya kemarin berencana memposting surat terbuka dan untuk Bapak, tapi tanpa diberi kesempatan klarifikasi, mediasi dan bahkan penangkapan kami terkesan eksklusif lengkap dengan media. Kami berusaha korporatif tapi justru diperlakukan layaknya teroris kelas dunia atau dihakimi sebelum diberi hak mengklarifikasi,” tulis Fanni.

Dirreskrimum Polda Jawa Tengah (Jateng) Budi Haryanto pun membenarkan kegiatan ber-medsos Fanni itu. Diberitakan CNNIndonesia.com (17/1/2020), Budi mengatakan Ratu Keraton Agung Sejagat itu meminjam ponsel yang disita untuk bermain media sosial.

“Tersangka Ratu pinjam HP, katanya mau digunakan untuk nelpon kerabat/keluarga, ternyata buat update sosmed,” ungkap Budi, Kamis (16/1/2020).

Soal penangkapan terkesan ekslusif, Budi membantah sengaja membawa awak media saat menahan Fanni dan Toto.

“Tapi yang ada justru di tempat tersangka sudah ada beberapa wartawan, karena tersangka saat itu mau klarifikasi soal deklarasi (Keraton Agung Sejagat),” kata Budi.

Selain itu, selama masa pemeriksaan polisi, kata Budi, Toto dan Fanni tidak kooperatif.

“Mereka bersikukuh bila apa yang mereka ceritakan itu benar dengan dasar wangsit yang mereka terima. Makanya, kami mencoba mendalami dari keterangan saksi-saksi lain dan alat bukti,” imbuh Budi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Toto dan Fanni mendeklarasikan diri sebagai Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat. Klaim ini menjadi viral sebab mereka mengaku bahwa kerajaan itu merupakan penerus Majapahit dan menguasai dunia. Atas kejanggalan itu, polisi akhirnya menangkap kedua ikon kerajaan “abal-abal” itu di Wates, Yogyakarta.

Saat ditangkap, diketahui kemudian bahwa Toto dan Fanni memiliki KTP Jakarta dan hanya menyewa kamar kos di Yogyakarta. Mereka kini mendekam di Polda Jateng. Polisi mengatakan, keduanya dapat dikenakan dugaan pelanggaran pasal 14 UU No. 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran di masyarakat serta pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Keraton Agung sejagat dideklarasikan di Desa Pogung Jurutenga, Kecamatan Bayan, Purworejo akhir pekan lalu. Konon, keraton itu berdiri sebab wangsit untuk melanjutkan kerajaan Majapahit setelah berakhirnya perjanjian 500 tahun dengan Portugis. Selain mereka berdua, polisi juga memeriksa beberapa orang yang terlibat dalam kerajaan, yaitu mereka yang diberikan jabatan Mahapatih, Bendahara dan Resi Keraton Agung Sejagat.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...