Ratusan Jemaah Umrah Batal Menuju Tanah Suci dan Terlantar di Kuala Lumpur
ilustrasi

Ratusan Jemaah Umrah Batal Menuju Tanah Suci dan Terlantar di Kuala Lumpur

Jumat, 30 Mar 2018 | 07:17 | Rusmanto

WinNetNews.com - Ratusan jemaah umrah asal Sumatera Barat yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci, terlantar di Kuala Lumpur Malaysia dan batal berangkat karena tidak mendapatkan tiket menuju Arab Saudi dari biro perjalanan umrah PT Bumi Minang Pertiwi (BMP).

"Saya membawa 91 orang dijanjikan berangkat 26 Maret 2018. Tiba di Kuala Lumpur untuk berangkat keesokan harinya (27/3), ternyata tiket tidak bisa dicetak, padahal biaya sudah dibayar lunas," kata pimpinan biro perjalanan umrah PT Rindu Baitulah, Epi Santoso saat dihubungi dari Padang, Kamis (29/3).

Ia mengatakan pihaknya bekerja sama dengan PT BMP untuk memberangkatkan 91 jemaah dan sudah membayar lunas paket senilai Rp1,7 miliar atau Rp19 juta per orang tetapi batal berangkat.

Akibatnya, kata Epi pihaknya harus menanggung biaya penginapan seluruh jemaah dan karena tidak ada kepastian berangkat ia harus mengeluarkan uang untuk biaya kepulangan seluruh anggota ke Padang.

"Kami dikhianati oleh BMP, padahal sudah dua tahun bekerja sama baik-baik saja," kata dia.

Akhirnya pada malam kedua hingga Rabu (28/3) pihaknya menanggulangi biaya hotel dan makan.

Kemudian karena tidak ada kesepakatan berangkat akhirnya ia juga memulangkan kembali seluruh jemaah ke Padang, namun karena tiket ke Padang penuh jemaah dialihkan dulu ke Jakarta untuk kemudian diberangkatkan ke Padang.

Epi mengakui saat ditanyakan apa penyebab jemaah tidak bisa berangkat ternyata kata agen setempat di Kuala Lumpur biaya tiket belum dikirim oleh BMP dan pihak agen sudah banyak menalangi biaya jemaah dari BMP.

Ia juga prihatin saat di Malaysia ternyata bukan hanya grupnya yang ditelantarkan BMP namun juga ada sekitar 168 orang lain yang juga batal berangkat.

Bahkan ada yang sudah pulang dari Tanah Suci tapi tidak tiket ke Padang sehingga menginap di Bandara Kuala Lumpur dua malam, katanya. Akhirnya karena tidak ada kejelasan Epi secara resmi melaporkan pimpinan BMP Edi Kurniawan ke Polresta Padang dengan laporan penipuan dan penggelapan.

Terkait dengan komunikasi terakhir dengan pimpinan BMP, Epi mengatakan pihak BMP berjanji akan menjadwal ulang keberangkatan pada musim umrah berikutnya.

Sementara Pimpinan BMP Edi Kurniawan saat dikonfirmasi melalui pesat whatsapp tidak memberikan tanggapan apa pun terkait persoalan ini.

Saat kantor pusat yang berlokasi di jalan S Parman didatangi hanya ada sejumlah karyawan namun mereka mengatakan tidak berkompeten untuk memberi keterangan dan hanya menerima pengaduan masyarakat.

Selain itu aktivitas BMP terlihat sudah dihentikan di kantor tersebut dan terlihat beberapa orang korban mendatangi lokasi untuk meminta kejelasan. (beritasatu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...