Ratusan Penulis Protes atas Keputusan Hukuman Mati Ashraf Fayadh

Ratusan Penulis Protes atas Keputusan Hukuman Mati Ashraf Fayadh

Senin, 18 Jan 2016 | 11:11 | kontributor
WinNetNews.com - Setelah petisi pembebasan penyair Ashraf Fayadh dikeluarkan oleh PEN Internasional, kini ratusan penulis di 44 negara kembali protes terkait keputusan hukuman mati yang dijatuhkan pada Ashraf Fayadh. Penyair Palestina itu dituduh murtad dan syair-syairnya diduga mengandung unsur atheisme.

Ratusan penulis tersebut terdiri dari Irvine Welsh, Ruth Padel, AL Kennedy, dan lain-lain. Sejak Kamis pekan lalu, puisi Fayadh dibacakan di 122 tempat di 44 negara. Termasuk, di festival sastra internasional Berlin yang menyerukan pemerintah Inggris dan Amerika Serikat untuk menekan hukuman mati yang ada di Arab Saudi.

Serta memperbaiki catatan hak asasi manusia yang terjadi di negara Arab Saudi. Aksi tersebut berlangsung menjelang pertimbangan banding Fayad yang akan digelar pekan ini.

Puisi-puisi yang dicarakan ratusan penyair dunia itu yang ada di dalam buku 'Instructions Within' (2008). Salah satu penyair AL Kennedy mengatakan penganiayaan yang dialami Fayad jelas sangat tidak adil.

"Kami kagum atas keberanian dan pengabdiannya terhadap kebenaran dan keadilan," katanya.

Irine Welsh yang membacakan puisi Fayadh di sebuah kedai kopi di Chicago pun mengatakan bahwa aksi protes akan tetap dilakukan. "Pemerintah harus mendukung demokrasi dan kebebasan berpendapat para penulis," ungkapnya.

Pada 2008 lalu, pria yang kini berusia 35 tahun itu pernah menerbitkan sebuah buku kumpulan puisi yang berjudul 'Instructions Within'. Fayadh yang merupakan seorang kurator seni dan aktif dalam organisasi seni Inggris-Arab 'Edge of Arabia'. Pertengahan November 2015, Fayadh dijatuhi hukuman mati karena tuduhan murtad atas puisi-puisi yang ditulisnya. Dia diberikan waktu 30 hari untuk mengajukan banding dan keberatan terhadap vonis tersebut.

(Dilansir dari Detik)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...