Ratusan Ribu Warga Prancis Tak Setuju Istri Macron Jadi Ibu Negara
Foto: NYtimes

Ratusan Ribu Warga Prancis Tak Setuju Istri Macron Jadi Ibu Negara

Selasa, 8 Agt 2017 | 09:02 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron diserang karena rencananya memberi status resmi "Ibu Negara" Prancis untuk istrinya. Macron, yang mulai menjabat sebagai presiden pada bulan Mei, dituduh munafik setelah sebelumnya dia mengatakan dalam tekadnya untuk menyingkirkan sistem nepotisme politik Prancis.

Sebuah petisi dengan hampir 200.000 tanda tangan telah diluncurkan untuk memprotes keputusan tersebut, sehingga memberi Brigitte Macron peran resmi untuk mengakses dana publik, staf dan kantornya sendiri.

"Brigitte Macron saat ini memiliki tim pembantu dua atau tiga, serta dua sekretaris dan dua agen keamanan. Itu sudah cukup," kata petisi tersebut, seperti dikutip dari CNN .

"Terserah orang-orang Prancis, dan tidak ada orang lain, untuk memilih perwakilan mereka," tambahnya.

Menurut konstitusi Perancis, pasangan presiden tidak menikmati peran resmi, meski mereka memiliki kantor dan penasihat.

Selama kampanye kepresidenannya, Macron mengatakan peran istrinya tidak akan dibayar untuk dana publik.

Langkah kontroversial tersebut muncul saat Macron bersiap untuk mengeluarkan undang-undang yang melarang anggota parlemen Prancis mempekerjakan anggota keluarga mereka sendiri.

Jika hukum Macron diloloskan, siapapun yang dihukum karena pelanggaran semacam itu bisa menghadapi denda dan masa potensial di penjara.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...