Ray Rangkuti Sebut #2019GantiPresiden Adalah Kampanye Kosong
Sumber : Istimewa

Ray Rangkuti Sebut #2019GantiPresiden Adalah Kampanye Kosong

Senin, 9 Apr 2018 | 18:07 | Oky

Winnetnews.com - Beberapa hari belakangan sosial media masyarakat Indonesia diramikan dengan tagline #2019GantiPresiden tengah viral di dunia maya. Bahkan, di jejaring sosial twitter hastag tersebut tengah menjadi trending topic. 

Menanggapi hal ini, pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai, tagline tersebut hanya sebuah kampanye kosong. Anggapan itu muncul karena mayoritas netizen tidak menyebut sosok figur yang layak dalam pandangan mereka untuk menjadi presiden baru.

Padahal, kata Ray, dengan menyebut nama figur pengganti tersebut, dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat, terkait soal kelayakan si tokoh tersebut menjadi pemimpin negara.

"Itu sebetulnya kampanye kosong, karena mereka gak menyebut alternatifnya. Mestinya dengan menyebut siapa presiden alternatifnya, nanti orang bisa menimbang, sejauh apa tokoh-tokoh pengganti ini dibanding tokoh yang ada sekarang," ungkap Ray kepada JawaPos.com, Minggu (8/4).

Meski demikian, Ray tidak memungkiri, adanya tagline itu disebabkan oleh adanya sebagian masyarakat yang tidak puas terhadap kinerja pemerintahan era presiden Jokowi.

Hal itu menjadi sesuatu yang wajar, pasalnya saat terpilih menjadi presiden, Jokowi tidak di pilih 100 persen oleh rakyat Indonesia. Sehingga lumrah jika ada publik yang tidak puas terhadap kepemimpinannya.

"Itu (ketidak puasan masyarakat) sudah pasti ada, Jokowi aja di pilihnya gak sampe 70 persen, 60 persen, dan di lihat dari elektabilitas (sekarang) masih sekitar 47 persen," lanjut Ray.

Namun menurut Ray, yang terpenting adalah hasil survei tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah era Jokowi. Dari hasil survei yang dikeluarkan beberapa lembaga survei nyatanya tingkat kepuasan publik mendapat angka cukup tinggi.

"Tapi yang menarik itu kan tingkat kepuasan tidak berbanding lurus dengan elektabilitasnya," pungkas Ray.

Sementara itu Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Advokasi dan Hukum, Habiburokhman menyatakan seharusnya Presiden Joko Widodo menanggapi terkait isu #2019GantiPresiden dengan biasa saja. Lantaran hal itu merupakan kebebasan berekspresi yang dibuat masyarakat.

"Saya pikir biasa aja keleus (kali, red) yang begituan pakai tagar, kalau di zaman Ibu Mega dulu teman-teman demo turunkan Mega- Hamzah biasa aja, nggak melanggar hukum," kata Habiburokhman di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (8/4).

Menurut Habiburokhman, isu pergantian presiden menjelang Pilpres 2019 merupakan hal yang wajar dan tidak melanggar hukum.

"Itu bagian dari demokrasi yang benar karena 2019 akan ada pemilu. Jadi Pak Jokowi saya harap nggak baperlah," ujar koordinator Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini.

Oleh karena itu, Habiburokhman menilai pengadian Jokowi menjadi orang nomor satu pada 2019 nanti sudah selesai. Sehingga masyarakat dapat memilih pemimpin baru.

Meski demikian, Habiburokhman menilai kinerja Jokowi selama menjadi presiden terdapat hal yang baik dan harus diapresiasi. "Tentu ada masyarakat yang mendukung beliau, tapi juga ada masyarakat yang tidak mendukung beliau," papar Habiburokhman.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...