Reaksi Rhoma Irama Usai Nekat Manggung Ditengah Pandemi Corona
Sumber foto:Detik.com

Reaksi Rhoma Irama Usai Nekat Manggung Ditengah Pandemi Corona

Selasa, 30 Jun 2020 | 08:19 | Cindy Cesilia

Winnetnews.com -   Nama Raja dangdut Indonesia, Rhoma Irama menjadi buah bibir di kalangan masyarakat Indonesia, bagaimana tidak? Ayah dari Ridho Rhoma itu tetap menggelar konser di sebuah acara hajatan yang berlangsung di  desa Cibunian Bogor Jawa Barat, pada Minggu 28/6/2020. Dia hadir sebagai tamu undangan untuk bertausiyah dan secara spontan diminta menyanyikan beberapa buah lagu.

Pelantun lagu Begadang itu mengungkapkan jika ia datang sebagai tamu, namu tiba-tiba ia disuruh menyanyikan beberapa lagu.  "Saya pun kondangan jadi sampai di sana saya lihat orang banyak dan beberapa artis ibu kota tampil, ada musiknya. Nah setelah itu didaulat dari tuan rumah dan masyarakat untuk tampil. Istilahnya menyumbangkan lagu atau tausiyah," ucap Rhoma Irama,dilansir dari Medcom.

"Tuan rumah minta, kan khitanan tuh, berikan tausyiah. Maka saya sampaikan tausiyah singkat. Setelah itu semua itu minta nyanyi nyanyi nyanyi. Saya pun nyanyi itu saja sih," sambungnya.

Musisi 73 tahun itu mengaku hanya bernyanyi tiga lalu dan tanpa didampingi band Soneta. Menurutnya, saat ia bernyanyi situasi saat itu sangat kondisif, para tamu undangan juga akan tetap memperhatikan protokol kesehatan.  "Dan saya selama di sana didampingi oleh aparat, selama di lokasi di dampingi aparat maupun di ruang tunggu, ruang tamu sampai dikawal pentas," jelas Rhoma Irama.

Pemilik nama lengkap Raden Irama itu merasa ia tak bersalah ketika tampil diacara tersebut. "Catatan. Saya naik ke pentas itu berdasarkan tuan rumah menyampiakan tausiyah singkat tentang khitanan putranya," kata Rhoma.

Rhoma Irama hadir diacara kerumunan,Sumber foto:kumparan.com
Rhoma Irama hadir diacara kerumunan,Sumber foto:kumparan.com

Padahal menurut Rhoma, aparat merupakan perpanjangan tangan pemerintah. Sehingga seharunya aparat tak boleh membiarkan acara hajatan berlangsung jika hal itu melanggar aturan pemerintah. "Kan namanya penguasa ada aparatur ada aturan. Harusnya kalau tidak boleh ya tidak boleh. Kenapa dibiarkan itu panggung berdiri," ucap Rhoma.

Pria yang sudah 40 tahun berkarir di dunia musik itu menegaskan, acara hajatan tersebut berlangsung semalam suntuk dan dihadiri musisi ibu kota yang tampil bermusik di sana. Hajatan juga diisi dengan pertunjukan Wayang Golek dengan jumlah penonton bejibun.

"Begitu sampai di sana saya lihat kerumunan massa sudah luar biasa. Gemuruh musim berdengung dan tamu undangan banyak. Kalau memang kepala daerah serius selaku gugus tugas itu harusnya dilarang. Pemasangan panggung kan dua hari, masa (pemerintah daerah) enggak tahu. Kalau peduli dilarang dong jangan ada panggung, Wayang Golek, jangan ada musik," tegas Rhoma.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...