Realisasi Belanja Negara Dinilai Telah Memadai

Realisasi Belanja Negara Dinilai Telah Memadai

WinNetNews.com - Otoritas Fiskal menganggap realisasi belanja negara sepanjang 2015 sebesar 91% dari target APBNP 2015 sebesar Rp1.984,1 triliun sudah sesuai dengan proyeksi.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengungkapkan Presiden menilai level penyerapan belanja tersebut diiringi oleh belanja modal sebesar Rp213,3 triliun, atau naik 45% ketimbang 2014.

"Presiden bilang ini sudah cukup bagus, apalagi sisi belanja barang juga cukup mampu mendoorng belanja modal," kata Mardiasmo di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (4/1/2016).

Dia menambahkan, untuk sisi penerimaan, pada bulan terakhir 2015 pemerintah mampu meraup hingga Rp175 triliun atau naik dari penerimaan bulan sebelumnya sekitar Rp107 triliun, sehingga membuat defisit tidak meleset dari ketentuan perundangan sebesar 3%.

 

"Estimasi pendapatan bisa tercapai dan menutup semua kebutuhan pemerintah, baik infrastruktur, termasuk transfer ke daerah untuk pembangunan ke daerah dan realisasi dana desa Rp20,8 triliun atau 100% tersalurkan semuanya," ujarnya.

Dalam surat elektronik yang diterima Bisnis, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menuturkan hasil tahun lalu merupakan hasil terbaik yang bisa dicapai di tengah perlambatan ekonomi global.

Menurutnya, faktor menurunnya harga dan permintaan komoditas dari mitra dagang RI seperti China dan Eropa menyebabkan ekonomi domestik turut terseret dan menurun.

"Upaya mendorong kebijakan proinvestasi dan untuk mendorong daya beli domestik pun serta untuk meredam terjadinya pengangguran juga telah dilaksanakan Pemerintah dan akan terus dilanjutkan secara berkesinambungan," kata Menkeu.

 

Bambang mengatakan, bekal setahun penuh di tahun 2015 yang diwarnai dengan upaya terobosan pengelolaan APBNP untuk memacu alokasi anggaran pada sektor produktif, kesejahteraan sosial dan pembangunan daerah tentu akan mempertajam upaya pemerintah pada tahun ini.

"Saya percaya di tahun 2016 manfaat kebijakan yang diterapkan tersebut telah mulai dirasakan. Kami juga tak ragu untuk melakukan revisi khususnya terkait penerimaan negara dengan basis realisasi penerimaan negara tahun 2015 dan tentunya rencana pelaksanaan tax amnesty sehingga APBN 2016 lebih kredibel," tukasnya.

sumber dari Bisnis, Jakarta