Realita Depresi dan Kutukannya
Artwork from Everyday Health

Realita Depresi dan Kutukannya

Senin, 9 Des 2019 | 11:07 | Rizka Pramata Gunarta

Winnetnews.com - Depresi nyatanya kerap kali dikaitkan dengan kematian, seakan kematian adalah kutukan pasti bagi kita yang mengalami depresi. Namun, hal ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah, maraknya kasus depresi yang berujung pada kematian akhir-akhir ini  seharusnya menjadi tamparan keras bagi kita agar tidak lagi menganggap remeh atau menyepelekan tentang kesehatan mental. 

Kurangnya pemahaman yang tepat mengenai depresi dapat membuat kita salah dalam bertindak dan mengambil keputusan. Pemahaman yang salah mengenai depresi juga dapat menuntun kita pada kesalahan tindakan yang fatal.

Kata “Depresi” sesungguhnya memiliki arti yang lebih dalam selain sekedar sedih dan gila. Arti sebenarnya dari depresi adalah sebuah gangguan mental yang sering terjadi dan harus diperhatikan secara khusus karena bisa berujung pada kematian. 

Depresi sebenarnya adalah perasaan yang sangat dalam, perasaan yang tidak bisa disembuhkan dengan hanya sekadar memberi semangat lebih atau menjanjikan bahwa nanti semuanya akan baik-baik saja. 

Depresi dapat mengubah orang yang dulunya sangat ceria menjadi orang yang sangat muram. Fatalnya lagi, depresi bisa membuat orang melupakan tujuan hidupnya, tidak peduli akan mimpinya dan menyerah akan kehidupan yang diberikan.

Pada dasarnya semua orang pasti bisa mengalami depresi, baik itu wanita atau pria, baik itu orang yang ceria dan terbuka ataupun orang yang pendiam dan tertutup. Pasalnya, banyak juga dari kita yang tidak sadar bahwa kita depresi. Bahkan beberapa dari kita seringkali salah mengartikan depresi. 

Kita sering mengartikan depresi sebagai rasa sedih biasa atau sekedar gejolak perubahan perasaan yang bisa hilang apabila kita sibuk mengerjakan sesuatu. Baik dengan pekerjaan, hobi atau berkumpul bersama teman. Seakan kita menganggap depresi itu hal yang mudah hilang dengan memberikan distraksi. 

Oleh karena itu kita harus memahami apa saja faktor yang dapat memicu adanya depresi agar kita mampu memahami kondisi diri kita sendiri. Faktor tersebut dapat berupa, faktor keluarga, faktor lingkungan, faktor kesehatan, jenis kelamin, trauma masa lalu, dan emosi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...