Redouane Lakdim, Pelaku Penembakan dan Penyanderaan di Supermarket Perancis
Foto:DailyMail

Redouane Lakdim, Pelaku Penembakan dan Penyanderaan di Supermarket Perancis

Sabtu, 24 Mar 2018 | 15:49 | Cindy Cesilia

WinNetNews.com-  Pelaku penembakan dan penyanderaan di supermarket di Perancis Barat Daya pada Jumat 23/3/2018 sudah tewas tertembak. Dikutip dari berbagai sumber yang ada, pelaku sudah diidentifikasi sebagai Redouane Lakdim. 

Pria keturunan Maroko itu tinggal bersama orangtuanya dan saudara-saudara perempuannya di sebuah apartemen di Carcassonne yang digerebek polisi pada Jumat 23/3/2018  sore waktu setempat.

Menurut para tetangga, pria berumur 26 tahun itu selama ini dikenal "tenang" dan "baik".

Sejumlah laporan menyebutkan pria tersebut menyatakan diri terkait dengan kelompok radikal ISIS.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, para detektif akan menyelidiki bagaimana dan kapan Lakdim teradikalisasi.

Lakdim diduga sudah membunuh tiga orang dan menyandera para pengunjung supermarket di Trèbes, Prancis selatan. Penyanderaan berakhir setelah polisi menyerbu supermarket dan menembak mati Lakdim.

Kepolisian menyebutkan, Lakdim awalnya mencuri sebuah mobil di Carcassonne dan membunuh salah satu penumpangnya. Dia kemudian menembaki sekelompok polisi yang sedang jogging. Akibatnya, seorang polisi terluka akibat tembakan di bahu.

Tidak sampai disitu saja, Lakdim kemudian melaju ke supermarket yang jaraknya sekitar tiga mil dari Carcassonne dan menyandera sekitar 50 orang. 

Penyanderaan itu berlangsung sekitar 3 jam. Dia membunuh dua sandera dan melukai 16 orang lainnya, sebelum polisi menyerbu supermarket dan menembaknya hingga tewas. 

Korban luka termasuk seorang polisi yang menukar dirinya dengan seorang sandera. Saat ini kondisinya kritis dan berjuang untuk hidup.

Media-media Prancis memberitakan Lakdim 'bukan nama asing' bagi badan-badan keamanan di Prancis dan masuk dalam radar pengawasan. 

Saat kejadian, dia dilaporkan bersenjata lengkap dan menuntut pembebasan Salah Abdeslam, tersangka yang melakukan serangan senjata dan bom di Paris pada 2015 yang menewaskan 130 orang.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...