Regulasi Kemenaker Soal Gaji Dihitung Per Jam, Menteri Ida Bilang Begini
Ilustrasi buruh pabrik bekerja. [Foto: Alinea.id]

Regulasi Kemenaker Soal Gaji Dihitung Per Jam, Menteri Ida Bilang Begini

Jumat, 27 Des 2019 | 15:00 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Regulasi baru tentang ketenagakerjaan yang membahas tentang kenaikan upah yang bakal berlaku per 1 Januari 2020, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kembali membuat heboh publik.

Meski demikian, pemerintah belum secara eksplisit terkait formula dalam skema Rancangan Undang-Undang (RUU) omnibus law cipta lapangan kerja tersebut. Namun, ada beberapa hal prinsip yang bakal jadi pijakan.

Mengutip CNBCIndonesia.com, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan jumlah jam kerja per minggu masih mengacu sebanyak 40 jam maksimal. Selain itu, sistem pengupahan baru nantinya memakai prinsip fleksibelitas waktu kerja bagi para pekerja.

"Jam kerja kita kan 40 jam seminggu. Di bawah 35 jam per minggu itu maka ada fleksibilitas itu. Nanti di bawah itu hitungannya per jam. Saya mau sampaikan terkait dengan ini kita sounding pengusaha dan serikat pekerja mereka memahami. Nanti pengaturannya akan kita atur," kata Ida di Istana, Jumat (27/12).

Ida mengatakan meski upah di hitung per jam dan fleksibel, tapi pembayaran upah kepada pekerja tetap dibayarkan setiap bulan.

"Ya tetap ada, kan itu yang 40 jam per minggu," katanya.

Ia menambahkan ide sistem pengupahan dengan pendekatan fleksibelitas waktu ternyata banyak dibutuhkan oleh banyak pekerja tertentu.

"Karena ada banyak pekerjaan yang beberapa jam nanti dia bisa bekerja tempat lain," katanya.

Namun, pemerintah saat ini masih mencari formula sistem pengupahan, antara lain soal besarannya dan skema lainnya.

Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara yang menerapkan 40 jam kerja dalam seminggu atau 5 hari kerja.

Ketentuan tersebut tertuang di UU Nomor 13 tahun 2003. Jika dibandingkan dengan negara tetangga di ASEAN jam kerja Indonesia memang termasuk yang rendah. [cnbc]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...