Rektor Unnes Diduga Plagiat Disertasi, UGM: Mirip dengan Skripsi Mahasiswa Kami

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Rektor Unnes Diduga Plagiat Disertasi, UGM: Mirip dengan Skripsi Mahasiswa Kami Salah satu dosen di Universitas Negeri Semarang (Unnes) diduga melakukan plagiarisme disertasi yang mirip dengan skripsi mahasiswanya. (Foto: Beritagar.id)

Winnetnews.com - Jangan coba-coba bertindak plagiarisme kalau tidak mau berurusan dengan hukum. Hal ini dapat berdampak buruk bagi kedua belah pihak, baik pelaku maupun korban plagiarisme.

Plagiarisme ini dilakukan oleh salah seorang Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), yakni Fathur Rokhman perihal dugaan plagiarisme pada disertasi yang dibuatnya dalam menempuh gelar Strata 2.

Akibatnya, Fathur dipanggil dan diperiksa oleh pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) Yoygakarta melalui Dewan Kehormatan Universistas (DKU) UGM.  Melansir Merdeka.com, Ketua Senat UGM, Hardyanto Soebandono menerangkan Fathur dimintai keterangan oleh DKU UGM selama kurang lebih satu setengah jam.

Fathur dimintai keterangan di Ruang Senat UGM. Hardyono mengatakan pemanggilan terhadap Fathur ini merupakan bagian dari klarifikasi atas aduan yang dilayangkan kepada UGM terkait dugaan disertasi plagiat.

Usai dimintai keterangan, Fathur pun kemudian bertemu dengan Rektor UGM, Panut Mulyono di ruangannya. Setelahnya, Fathur dan rombongan pun meninggalkan UGM.

"Tadi oleh DKU dimintai keterangan terkait disertasi yang dibuatnya. Dimintai keterangan karena ada dugaan plagiat atas skripsi mahasiswanya. Ada kesamaan antara skripsi dengan disertasi. Karena ya wajar, karena sebagai pembimbing itu ya mengajari muridnya. Jadi ya klarifikasi aja," ungkap Hardyanto.

Hardyanto menyebut bahwa pertemuan dengan Fathur ini merupakan klarifikasi yang pertama. Sebelumnya Fathur pernah diundang namun tidak hadir. Setelah memanggil Fathur, Hardyanto menerangkan DKU UGM yang beranggotakan tujuh orang itu akan memanggil saksi-saksi lainnya.

Hardyanto merinci ada sejumlah kriteria terkait plagiat. Apabila ditemukan kesamaan antara disertasi Fathur dengan skripsi mahasiswa mencapai 90 persen maka bisa dikategorikan sebagai plagiat.

Hardyanto mengungkapkan pihak DKU UGM telah melakukan perbandingan antara disertasi yang dibuat oleh Fathur dengan skripsi bikinan mahasiswa yang diduga diplagiat. Nantinya keputusan DKU UGM terkait apakah disertasi Fathur plagiat atau tidak akan disampaikan di sidang pleno.

Hardyanto menambahkan bahwa plagiasi karya termasuk dalam kategori pelanggaran etik. Apabila terbukti ada sejumlah sanksi yang akan dijatuhkan.

"Konsekuensinya macam-macam. Itu (plagiat) kan melanggar etik. Itu dianggap ringan, sedang, atau berat. Kalau berat ya bisa dicabut (gelarnya). Kalau ringan ya diperingatkan, tidak boleh naik pangkat. Kan itu nanti dilaporkan ke kementerian," papar Hardyanto.

Sementara itu kuasa hukum, Fathur Rokhman, Muhtar Hadi Wibowo membantah kedatangan Rektor Unnes ke UGM ini terkait dengan pemeriksaan dugaan plagiat disertasi. Menurut Muhtar, kedatangan Fathur ke UGM adalah untuk bersilaturahmi dengan Rektor UGM.

"Kedatangan hari ini tidak (terkait pemeriksaan dugaan plagiat) ya. Pak Fathur selaku alumni UGM bersilaturahmi dengan Pak Rektor (UGM). (Membahas) tentang bagaimana peran alumni UGM. Kebetulan salah satu alumninya menjadi Rektor (Unnes). Tentunya UGM juga bangga. Ini akan bersinergi sesama universitas negeri," ungkap Muhtar.

Muhtar memastikan bahwa kabar plagiat yang dilakukan oleh Fathur tersebut adalah berita fiktif. Muhtar pun menuding ada kampanye kebohongan yang digulirkan dari isu Rektor Unnes melakukan plagiasi di disertasinya.

"Yang pasti (dugaan plagiat) itu adalah berita fiktif. Kampanye kebohongan yang perlu kita luruskan bahwa itu tidak ada," tegas Muhtar. [merdeka]

Apa Reaksi Kamu?