Relawan Jokowi Sindir Politik Tagar PKS
Sumber foto : Istimewa

Relawan Jokowi Sindir Politik Tagar PKS

Minggu, 6 Mei 2018 | 07:10 | Oky

Winnetnews.com - Relawan Jokowi dari Republik Cyber Projo, Nur Soekano memandang bahwa strategi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan politik tagarnya adalah bentuk kegagalan dari partai tersebut dalam mengkritisi kinerja Jokowi selama ini.

Bahkan ia menuding bahwa partai besutan Sohibul Iman tersebut sedang cari-cari perhatiannya (caper) untuk mendapat simpati publik di 2019 nanti.

“PKS itu ceritanya mau caper nh, soalnya dia gak bisa dapetin simpati dengan data, dia gak bisa meyakini orang Papua dan masyarakat lainnya, akhirnya pake cara murahan kayak gitu,” paparnya dalam diskusi yang bertajuk “Politisi Tagar Bikin Gempar” yang diselenggarakan oleh Radio Sindo Trijaya di Warung Daun, Cikini Jakarta, Sabtu (5/5/2018).

Selain itu, ia juga menilai bahwa jelang tahun politik seperti sekarang ini, pihak oposisi sudah tak lagi berfikir objektif dalam mengkritisi Jokowi, pasalnya setiap kritik yang dilontarkan tak sama sekali memperlihatkan perhatiannya terhadap pembangunan yang sedang digencarkan sang Presiden Jokowi.

“Kalau mau itu kritisi itu gimana dana desa alokasinya, pelaksanaannya di desa desa teralisai apa enggak, kritik yang bagus tuh begitu, jangan arahnya tiba tiba langsung politik ganti presiden, yaa kita paham lah ini tahun politik, jadi sahwatnya naik ini,” jelasanya.

Semantara itu, dalam kesempatan tersebut Mustofa Nahrawrdaya selaku Relawan#GantiPresiden, menatakan bahwa mengkritisi adalah salah satu kelebihan dari oposisi untuk mencari kelemahan dari pihak penguasa.

Menanggapi polemik tersebut, pengamat komunikasi politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, menerangkan bahwa walaupun kebebasan pendapat dilindungi oleh konstitusi, ada baiknya semua pihak harus tetap berpegang teguh pada etika dan moral, agar tak menjadi politik yang serampangan.

“Pertarungan tagar ini tak bisa dihindari, yaa walaupun kebebasan berpendapat itu dilindungi kontitusi, tapi kebebasan itu dibatasi oleh oleh etika, hukum dan keadaban manusia, itu tuntunan agar kita tak serampangan,” pungkasnya. 

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...