Reshuffle Kabinet Belum Mampu Dorong Kinerja Rupiah

Cincin Suryanto
Kamis, 13 Agustus 2015 10:22 WIB
Oleh Cincin Suryanto pada Kamis, 13 Agustus 2015 10:22 WIB
Image Reshuffle Kabinet Belum Mampu Dorong Kinerja Rupiah

Pergerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan akan berada pada kisaran Rp13.650-Rp14.000 per USD. Laju Rupiah masih fluktuatif dengan kecenderungan melemah karena adanya devaluasi Yuan.

"Mungkin Rupiah akan fluktuasi dan berpotensi melemah," ujar Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee kepada Okezone di Jakarta, Kamis (13/8/2015).

Menurutnya, devaluasi mata uang China masih menjadi sentimen terbesar bagi pergerakan mata uang Garuda. Menurutnya, kabar reshuffle berpeluang memberikan sentimen positif bagi pasar. "Seharusnya reshuffle kabinet positif untuk pasar," jelas dia.

Sedangkan, Analis NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, berpendapat Rupiah masih menjadi korban atas kebijakan bank sentral Tiongkok. Pelemahan laju Yuan, membuat dolar AS menguat sendirian.

"Jadi dengan melemahnya mata uang satu-satunya tandingan dolar AS tentu berimbas negatif pada pergerakan mata uang emerging market, termasuk Rupiah. Bahkan adanya event pelantikan menteri hasil reshuffle juga belum memberikan sentimen positif bagi Rupiah," tuturnya.

Sehingga, harapan akan pelemahan terbatas agar kian hilang. Dengan demikian, Rupiah untuk berbalik positif menjadi terhalangi. "Kami masih berharap diberikan kesempatan satu kali lagi agar pelemahan yang terjadi dapat lebih terbatas untuk mengurangi potensi pelemahan lanjutan Rupiah," tandasnya.

(cn)

Cara Memakai Tas yang Tepat Agar Tidak Mencederai Tubuh
Permintaan Maaf Kiper Liverpool Usai Pertandingan Final Liga Champions

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.