Respons Jaksa Agung Kalau Setya Novanto Mangkir Lagi

Respons Jaksa Agung Kalau Setya Novanto Mangkir Lagi

Rabu, 20 Jan 2016 | 06:20 | Rusmanto
WinNetNews.com - Eks Ketua DPR Setya Novanto kembali dipanggil penyelidik Kejaksaan Agung untuk kedua kalinya. Setelah panggilan pertama mangkir dengan alasan jadwal pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri bentrok, pada pemanggilan yang kedua ini Novanto disinyalir tidak akan datang menurut keterangan kuasa hukumnya Maqdir Ismail.

Bagaimana sikap Jaksa Agung?

"Aduh, jangan berandai-andai dulu. Makanya saya berharap Pak Novanto hadir. Tunjukan sikap sebagai warga yang patut, taat hukum," kata Jaksa Agung HM Prasetyo usai raker dengan Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/1/2016), malam.

Jaksa Agung HM Prasetyo masih berharap dalam pemanggilan Setnov yang kedua kalinya ini ia akan memenuhi panggilan. "Dia (Novanto) ada di sini. Ini kami keluarin keterangannya, kami sudah undang secara layak dan patut. Ya itulah kami harapkan beliau datang," kata Prasetyo.

Kejagung telah mengantongi beberapa barang bukti seperti HP milik eks Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin yang merekam percakapan itu. Selain itu, ada pula rekaman CCTV dari Hotel Ritz Carlton dan beberapa keterangan dari sekretaris pribadi Novanto, Menteri ESDM, dan Presdir PTFI Maroef itu sendiri.

 

Namun, Prasetyo mengatakan pemanggilan Novanto ini untuk melengkapi bukti dugaan pemufakatan jahat untuk meminta saham ke PT Freeport Indonesia. "Masih memerlukan pendalaman lagi di tingkat penyelidikan. Kita inginkan supaya makin banyak alat bukti, makin bagus kan. Jadi kita pun nggak mau sembarangan," ucap Prasetyo.

Prasetyo menyebut tidak ada alasan bagi Setnov untuk mangkir. Hal itu karena Kejagung telah memanggil secara patut dan layak. Saat Novanto mangkir dalam panggilan pertama, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Arminsyah menyebut ketidakhadiran Novanto untuk dimintai keterangan oleh Kejagung membuat proses penyelidikan melambat.

Arminsyah menyebut Novanto punya peran kunci dalam dugaan kasus pemufakatan jahat ini tidak bisa memberikan keterangannya sehingga bisa merugikan dirinya sendiri karena tidak memberikan klarifikasi. Namun, saat itu Arminsyah dan timnya belum dapat menyimpulkan adanya permufakatan jahat.

"Saya mau rapatkan dulu dengan tim. Sepertinya kita panggil sekali lagi. Setelah itu tanya lagi saya," kata Arminsyah.

disadur dari situs detik news

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...