Revaluasi Aset Perusahaan, Ditjen Pajak Kantongi Rp 1,9 Triliun

Revaluasi Aset Perusahaan, Ditjen Pajak Kantongi Rp 1,9 Triliun

WinNetNews.com - Target penerimaan pajak di tahun ini hingga di atas 85%, di yakini bisa di kejar Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Masih banyak potensi pajak yang bisa digali, di antaranya melalui Wajib Pajak (WP) besar di Provinsi DKI Jakarta.

Hari ini, Ditjen Pajak bersama Pemda DKI Jakarta mengumpulkan para WP besar untuk mensosialisasikan tentang kondisi perpajakan saat ini. Termasuk memberikan informasi terkait adanya penghapusan pajak yang bisa dimanfaatkan para WP ini.

Selain itu, Ditjen Pajak juga bisa menggali penerimaan pajak dari perusahaan-perusahan yang melakukan revaluasi aset. Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak, Mekar Satria Utama menyebutkan, hingga saat ini sudah ada sedikitnya 84 perusahaan yang sudah melakukan revaluasi aset senilai Rp 1,9 triliun.

 

Angka ini akan terus meningkat. Ini menjadi salah satu potensi Ditjen Pajak untuk bisa menggenjot penerimaan pajak di akhir tahun.

"Revaluasi aset ada 84 nilainya Rp 1,9 triliun, itu data seminggu lalu, hari ini dapat tambahan 5-7 masuk dari ratusan sampai miliaran, totalnya belum dihitung," sebut dia dalam Tax Gathering dan Dialog Wajib Pajak Besar di Wilayah Provinsi DKI Jakarta, di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Gatot Subroto, Jakarta, seperti di lansir detikfinance, Rabu (16/12/2015).

Satria menjelaskan, sebagian besar perusahaan yang melakukan revaluasi aset adalah perusahaan BUMN, di antaanya dari sektor perbankan, perkebunan, dan perdagangan.  "Itu sudah dibayar Jumat lalu yang Rp 1,9 triliun, sekarang sudah nambah di atas Rp 2 triliun, pokoknya kita kerjar target pajak di atas 85%," terang dia.

Satria mengungkapkan, pihaknya bersama Pemda DKI Jakarta bekerjasama untuk bisa menggali potensi penerimaan pajak dari para WP yang saat ini belum tersentuh.

"Ini acara bersama dengan Pemda DKI. Mereka punya shortfall Rp 2 triliun, nah bagaimana upaya bersama, kita usulkan acara ini, ini bagian dari policy, kita lebih banyak komunikasi dan kekeluargaan, untuk menggugah, ini yang kita undang kan para pamilik perusahaan, ini menurut mereka WP-WP besar yang memang potensial," pungkasnya.