Rezim Suriah Dituduh Lakukan Serangan Kimia Terhadap Warga Sipil Douma
istimewa

Rezim Suriah Dituduh Lakukan Serangan Kimia Terhadap Warga Sipil Douma

Senin, 9 Apr 2018 | 10:39 | Rusmanto

WinNetNews.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron menuding rezim Suriah melakukan serangan zat kimia terhadap warga sipil di Douma, daerah kantong pemberontak. Tudingan ini disampaikan dalam pembicaraan via telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam statemen yang dirilis istana kepresidenan Prancis, Istana Elysee seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (9/4/2018), disebutkan bahwa Macron "mengutuk keras serangan kimia pada 7 April terhadap penduduk Douma."

Dalam statemen itu disebutkan, Macron dan Trump berbagi informasi yang mengonfirmasi penggunaan senjata kimia dan akan mengkoordinasikan upaya-upaya mereka dalam sidang Dewan Keamanan PBB di New York yang akan digelar pada Senin (9/4) waktu setempat. 

Sebelumnya, Trump telah mengingatkan akan "ada harga yang harus dibayar" setelah serangan kimia pada Sabtu (7/4) waktu setempat tersebut. Serangan itu terjadi saat para pemberontak mulai melakukan evakuasi dari Douma, daerah kantong terakhir yang mereka kuasai di Ghouta Timur, sesuai kesepakatan dengan rezim Suriah.

"Banyak yang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam serangan KIMIA di Suriah," demikian cuitan Trump di Twitter, seraya mengecam Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Presiden Rusia Vladimir Putin, sekutu utama rezim Suriah.

Pemerintah Suriah telah membantah tuduhan tersebut. 

Organisasi White Helmets mengatakan bahwa gas klorin beracun telah digunakan pada Sabtu (7/4) malam waktu setempat. Dalam pernyataan bersama dengan Syrian American Medical Society, White Helmets menyatakan bahwa lebih dari 500 orang di bawa ke pusat-pusat medis "dengan gejala-gejala yang mengindikasikan paparan ke zat kimia".

Prancis pun merespons dengan meminta sidang Dewan Keamanan PBB pada Senin (9/4) ini. Sebelumnya, Prancis telah berulang kali mengatakan bahwa bukti penggunaan senjata kimia di Suriah bisa memicu aksi militer segera. (detikcom)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...