Skip to main content

RI Perlu Waspadai Gejolak Malaysia

RI Perlu Waspadai Gejolak Malaysia
RI Perlu Waspadai Gejolak Malaysia

Jakarta - Pemerintah Indonesia diimbau tetap mewaspadai kondisi gejolak politik dan ekonomi Malaysia. Hal itu lantaran Indonesia berada satu kawasan dengan Malaysia sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan persepsi negatif kepada investor asing terutama yang menempatkan investasi portofolio.

Malaysia mengalami keterpurukan mata uang terhadap dolar Amerika Serikat. Hal itu dipicu dari sentimen eksternal, ditambahan tekanan dari internal. Mata uang Malaysia Ringgit ditutup di level RM 4,1990 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat 28 Agustus 2015.

Ringgit sempat sentuh level terlemah di kisaran RM 4,2460 pada perdagangan 24 Agustus 2015. Sepanjang 2015, Ringgit berada di kisaran RM 3,1415-4,2995 per dolar AS.

Kurs Ringgit pernah berada di posisi dengan level 17 tahun lalu, dan menjadi mata uang terburuk di kawasan Asia. Bursa saham Malaysia juga ikut tertekan. Indeks KLCI ditutup di level 1,613.80 pada perdagangan Jumat 28 Agustus 2015.

Indeks KLCI sempat sentuh level terendah sepanjang 2015 di kisaran 1,532,14 pada 24 Agustus 2015. Dana investor asing keluar dari Malaysia pun mencapai lebih dari US$ 3 miliar sepanjang 2015.

Informasi mengenai gejolak politik dan ekonomi Malaysia menjadi artikel paling dicari pembaca. Artikel lainnya yang menarik yaitu daftar mata uang yang paling melemah terhadap dolar AS.

Berikut lima artikel paling populer di kanal Bisnis Liputan6.com edisi Minggu 30 Agustus 2015:

1. RI Perlu Waspadai Gejolak Malaysia

Ekonom BCA, David Sumual menuturkan mata uang negara berkembang cenderung melemah termasuk Ringgit Malaysia. Sentimen eksternal seperti rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan China melemahkan mata uang atau devaluasi Yuan telah berdampak negatif. Namun sentimen internal juga menambah tekanan.

"Ada dugaan korupsi kepada Perdana Menteri Malaysia Najib Razak terutama soal 1 Malaysia Development Berhad. Sentimen ini rentan terhadap Ringgit," ujar David saat dihubungi Liputan6.com.

David mengatakan, kondisi gejolak politik dan ekonomi terjadi di Malaysia dapat memberikan sentimen negatif ke Indonesia dilihat dari financial channel. Hal itu menjadi kekhawatiran yang dapat berdampak negatif ke Indonesia.

"Jadi Indonesia dan Malaysia berada dalam satu kawasan Asia Tenggara, ketika fund manager asing menganggap ASEAN kurang baik maka mereka dapat mengurangi bobot investasi di kawasan ASEAN terutama di saham dan obligasi. Memang tidak semua fund manager seperti itu, jadi harapannya fund manager lain masih tetap investasi," jelas David.

2. Ini Mata Uang Paling Melemah Terhadap Dolar AS

Langkah devaluasi yang dilakukan oleh otoritas moneter China terhadap mata uang Yuan telah menjadi pendorong utama volatilitas di pasar valuta asing selama dua pekan terakhir. Mata uang di wilayah Asia langsung terdampak negatif terhadap kebijakan tersebut. Sebagian besar melemah.

Namun, dampak devaluasi Yuan tidak hanya berhenti di Asia saja. Episode terus berlanjut ke negara-negara di lain, termasuk Amerika Selatan. Beberapa negara di Amerika Selatan memang menjadi mitra dagang dari China, sehingga jika terjadi sesuatu hal ke China maka mitra dagang tersebut akan berdampak.

Mengutip Bloomberg, mata uang Tenge Kazakhstan sebenarnya menjadi mata uang yang paling parah terkena dampak dari devaluasi Yuan. Mata uang negara di Asia Tengah ini sebenarnya sudah melemah sejak tahun lalu karena terseret pelemahan yang terjadi pada rubel Rusia.

3. Cara Orang Sukses Tetap Semangat Kerja

Ada saja hal yang dapat membuat kita mendapatkan masalah dan tekanansehingga membuat stres. Tekanan yang dihadapi mungkin saja dapat menganggu mood dan kebahagian seseorang. Akan tetapi tekanan itu jangan membuat Anda stres dan merusak hari Anda.

4. Begini Cara Orang Kaya Mengatur Keuangannya

Tidak salah jika kita ingin lebih banyak uang. Jika Anda ingin tahu bagaimana orang kaya mengatur uangnya, ini dia caranya!

5. Pertalite Disalurkan, Bagaimana Dampak Penjualan Produk BBM Lain?

Kehadiran produk Bahan Bakar Minyak (BBM) baru Pertalitetentu berpengaruh pada produk BBM lain, seperti Pertamax 92 dan Premium. Bagaimana pengaruh penjualan Pertamax dan Premium atas kehadiran Pertalite?

Vice President Fuel Ritel Pertamina, Muhammad Iskandar mengatakan kehadiran Pertalite hanya memberikan sedikit dampak pada penjualan Pertamax.Pada setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjual Pertalite, pengurangan penjualan Pertamax hanya 2 persen saja."

Masih sama penjualan Pertamax 8 ribu Kilo liter (Kl) per hari. Turunnya hanya dua persen dari SPBU yang ada Pertalilte," kata Iskandar

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top