RI Tegaskan Perangi Illegal Fishing

Rusmanto
Kamis, 04 Agustus 2016 07:20 WIB
Oleh Rusmanto pada Kamis, 04 Agustus 2016 07:20 WIB
Image RI Tegaskan Perangi Illegal Fishing

WinNetNews.com - Indonesia terus menyuarakan dan melakukan berbagai upaya memberantas aksi-aksi illegal fishing. Terbaru, Indonesia ikut mengesahkan deklarasi memerangi Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU Fishing) bersama negara-negera sahabat.

Deklarasi tersebut dilakukan oleh negara-negara anggota South East Asia Fisheries Development Centre (SEAFDEC) yang merupakan negara anggota ASEAN dan Jepang. Kesepakatan deklarasi memerangi IUU Fishing merupakan hasil dari High Level Consultation (HLC) on Regional Cooperation in Sustainable Fisheries Development Towards the ASEAN Economic Community: Combating IUU Fishing and Enhancing the Competitiveness of ASEAN Fish and Fishery Products yang digelar di Bangkok, Thailand, Rabu (3/8).

Berdasarkan keterangan tertulis KBRI Bangkok, Kamis (4/8/2016), pertemuan bertujuan untuk menunjukkan kesungguhan negara anggota ASEAN-SEAFDEC dalam upaya bersama memerangi praktik penangkapan ikan yang tidak sah, tidak dilaporkan dan tidak diatur (IUU Fishing). Selain itu juga untuk meningkatkan daya saing ikan dan produk perikanan.

 

Acara dihadiri oleh para pejabat tinggi negara anggota ASEAN-SEAFDEC. Indonesia sendiri diwakili oleh Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik, Dr Achmad Poernomo selaku Ketua Delegasi RI, dan didampingi oleh para pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, wakil KBRI Bangkok serta hadir pula Direktur Eksekutif Coral Triangle Initiative (CTI-CFF), Prof Dr Widi Agus Pratikto.

Tak hanya itu, Ketua Delegasi RI juga kepada perwakilan ASEAN-SEAFDEC menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan Indonesia untuk memberantas IUU Fishing. Yaitu melalui pembentukan Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Illegal (Satgas 115), penertiban kapal ikan ex-asing yang beroperasi di Indonesia, pelarangan transhipment, pelarangan trawler atau cantrang, dan penenggelaman 176 kapal ikan pelaku IUU.

Lebih lanjut, Achmad menyebut bagaimana Indonesia berpartisipasi aktif pada forum regional dan internasional terkait pemberantasan IUU Fishing. Bukan hanya itu, upaya lain yang telah dilakukan Indonesia adalah meratifikasi FAO Port State Measure Agreement (PSMA), yang mana saat ini pelabuhan perikanan akan diberdayakan untuk mengawasi praktik IUU Fishing.

Dengan begitu, kapal pelaku IUU Fishing tidak mendapatkan akses untuk mendaratkan hasil tangkapannya.

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Alasan Becker Terima Tawaran Liverpool

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.