Ribut Suara Pohon Menangis di Jember, Dosen Unej Katakan Akan Teliti Lebih Lanjut

Amalia Purnama Sari

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Ribut Suara Pohon Menangis di Jember, Dosen Unej Katakan Akan Teliti Lebih Lanjut
Beberapa warga ramai mendengarkan suara tangisan pohon Akasia (foto: Minews ID)

Winnetnews.com - Beberapa waktu lalu warga Jember digegerkan dengan adanya sebuah pohon Akasia yang mengeluarkan suara tangisan perempuan. Hal ini bisa dikatakan sebagai sebuah fenomena langka. Kejadian pohon menangis ini terjadi di Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur. Sampai saat ini, lokasi pohon menangis ini masih dipadati warga yang ingin mencoba mendengar suara tangisan di dalamnya.

Insiden pohon menangis ini dikatakan sebagai sebuah fenomena yang sangat langka. “Sangat langka dan jarang terjadi. Jadi memang menarik untuk dijadikan bahan penelitian,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Agrotech Universitas Jember (Unej), Usmadi, dilansir dari Detik.com, Sabtu (18/01).

Menurutnya, selama ini tanaman memang menyerap karbon monoksida (CO2) dan mengeluarkan oksigen (O2). Proses itu terjadi melalui pori-pori yang terdapat pada daun dan batang pohon.

Masih menurut Usmadi, proses tersebut bisa saja memang menimbulkan suara. “Nah, yang menarik adalah, seperti apa proses tersebut sehingga suara tersebut sampai terdengar,” lanjut Usmadi.

Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan gas dari pohon bisa menimbulkan suara yang bisa terdengar. Pertama karena kondisi sekitar hening, sehingga bunyi sekecil apapun bisa terdengar jelas.

“Contohnya ketika malam hari. Suasana akan hening, sehingga daun pohon yang jatuh bisa saja terdengar,” kata dosen Fakultas Pertanian Unej tersebut.

Kedua, lanjut Usmadi, ada kemungkinan munculnya tekanan yang dikeluarkan dari dalam batang pohon. Jika tekanan besar dan pori-pori di batang sangat rapat, tentu akan muncul gesekan yang bisa menimbulkan bunyi.

“Kemungkinan-kemungkinan ini sangat menarik untuk diteliti, agar nantinya masyarakat bisa mendapat informasi yang berdasar logika. Tidak terjebak ke hal-hal yang berada di luar nalar,” pungkasnya.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...