Ridwan Kamil Jadi 'Komoditi Panas' Jelang Pilgub DKI 2017

Ridwan Kamil Jadi 'Komoditi Panas' Jelang Pilgub DKI 2017

Kamis, 28 Jan 2016 | 10:11 | kontributor

WinNetNews.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil jadi 'komoditi' panas menjelang Pilgub DKI 2017. Namanya digadang-gadang sejumlah parpol untuk jadi penantang Gubernur DKI incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sejauh ini, berdasarkan pengakuan pria yang karib disapa Emil itu, sudah ada tiga parpol yang menimang-nimang dirinya sebagai cagub DKI, yaitu Gerindra, Golkar dan PKS.

"Diundang Pak Prabowo saya datang, diundang Pak Aburizal Bakrie saya datang, diundang PKS dan lain-lain," beber Emil, Rabu (27/1) kemarin.

Meski sudah bertemu dengan para petinggi parpol tersebut, namun Emil belum mengambil keputusan. Dia tak menolak untuk disorongkan ke Pilgub DKI, namun masih butuh tambahan informasi.

"Sekarang informasi yang saya punya baru 60 persen, belum cukup bagi saya untuk mengambil keputusan," ujarnya.

Emil tentu berhitung soal peluang kemenangannya di DKI. Keputusan maju di DKI bisa jadi salah satu keputusan politik terbesarnya, sebab dia harus menanggalkan jabatannya sebagai Wali Kota Bandung.

 

Sesuai aturan di Undang-Undang Pilkada, seorang kepala daerah yang ingin mencalonkan diri dalam pilkada daerah lain harus menanggalkan jabatannya. Aturan itu tertuangg dalam pasal 7 huruf p Undang-Undang Pilkada.

"Berhenti dari jabatannya bagi Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota yang mencalonkan diri di daerah lain sejak ditetapkan sebagai calon," demikian bunyi pasal 7 huruf p Undang-Undang Pilkada.

Nah, aturan itulah sepertinya yang jadi pertimbangan utama Emil. Namun dari jawabannya soal sisa jabatan di Bandung ini, Emil memberi sinyal berpatokan pada langkah Jokowi.

 

"Ada 1 tahun tangung jawab saya di Bandung yang akan saya tinggalkan. Karena masalahnya itu memang jadwal pemilihan itu nggak sesuai, nggak sama satu sama lain. Makanya saya bisa memahami bagaimana dilematisnya Pak Jokowi ketika harus meninggalkan solo untuk jadi Gubernur DKI. Kemudian meninggalkan Jakarta untuk Jadi Presiden," ujarnya.

Baca: Ridwan Kamil Bilang "Enggak Prioritas"

Emil memang belum tegas menyatakan akan maju, namun sinyal-sinyalnya bisa dikatakan cukup jelas. Apalagi hasil survei elektabilitasnya berada persis di bawah Ahok. Memang selisihnya masih jauh, sekitar 26% menurut CSIS, namun dengan waktu tersisa hingga 2017 nanti, Emil bisa bekerja keras mengejar ketertinggalannya. Terlebih Ahok mewaspadainya sebagai calon lawan kuat.

"Kalau dia (Ridwan) sudah 'pasang (mendeklarasikan diri maju sebagai cagub DKI)', dia bisa mengalahkan saya. Bisa saja," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (25/1) lalu.

Sumber: Detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...