Rini Soemarno Tak Yakin Anak Buahnya di PT. Garam Langgar Hukum
Menteri BUMN, Rini Soemarno/Foto: Zool WNN

Rini Soemarno Tak Yakin Anak Buahnya di PT. Garam Langgar Hukum

Selasa, 13 Jun 2017 | 09:45 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Ketidakyakinan atas dugaan tindak pidana korupsi oleh Dirut PT. Garam, terlontar dari Menteri BUMN, Rini Soemarno. Ia bahkan bakal menelusuri dugaan tindak pidana penyimpangan importasi dan distribusi garam industri sebanyak 75.000 ton.

"Terus terang, saya tidak yakin Dirut Garam melakukan tindak pidana seperti yang dituduhkan Bareskrim. Kami masih terus menelusuri, kami memperkirakan ada kesalahan administrasi," ungkap Rini di Jakarta, Selasa (13/06/2017).

Rini melihat, dikutip dari keterangan resmi, kesalahan administrasi dalam impor garam sangat bisa terjadi dalam penugasan yang diberikan pemerintah kepada PT Garam.

"Kami sedang mencocokkan surat-surat yang dikeluarkan antara Kementerian BUMN, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Perdagangan. Pasalnya izin diberikan untuk garam konsumsi, tapi kenapa yang beredar itu garam industri," katanya.

Ia bahkan menduga, di antara tiga surat dari kementerian tersebut ada yang menganulir surat lainnya. Meksi begitu Rini menambahkan, sejauh ini dirinya masih belum percaya bahwa sosok Boediono melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti yang ditutuhkan kepolisian.

"Saya baru minggu lalu melakukan kunjungan kerja ke PT. Garam. Dari sisi kinerja dan operasionalnya, perusahaan berjalan bagus dan bahkan mampu membalikkan keadaan dari yang rugi betahun-tahun, kini mulai untung," ujarnya.

Bahkan di bawah kepemimpinan Boediono, Rini melihat terjadi perbaikan kinerja perusahaan.

"Lahan PT Garam di Sumenep yang tadinya ditinggal karena tidak digarap, kini sudah mulai dikembangkan. Begitu juga pengembangan lahan garam di NTB, kini para petani plasma bisa menghasilkan Rp50 juta per bulan," tegas Rini.

Dalam kasus ini ia pun menenggarai bahwa dalam penangkapan Dirut PT Garam ini kental dengan persaingan bisnis impor garam.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Agung Setya mengatakan, Bareskim menangkap Boediono di rumahnya. Kasus PT. Garam ini terungkap dengan dugaan pelanggaran atas undang-undang tindak pidana korupsi, UU Perlindungan Konsumen, undang-undang tindak pidana pencucian uang.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...