Riset Buktikan Perempuan Lebih Rentan Depresi, Mengapa?
Ilustrasi: Primises Behavioral Health

Riset Buktikan Perempuan Lebih Rentan Depresi, Mengapa?

Selasa, 31 Des 2019 | 14:40 | Amalia Purnama Sari
Winnetnews.com - Depresi pada dasarnya bisa terjadi kepada siapa saja, baik perempuan maupun pria. Namun, secara global, penyakit mental ini lebih rentan diidap oleh perempuan. Mengapa demikian?

Dilansir dari Loving the Wounded Soul, perempuan lebih rentan terkena depresi karena adanya turbulensi emosi yang memunculkan fluktuasi hormon lebih tinggi dibandingkan pria. Perempuan juga cenderung lebih sering memikirkan sesuatu secara berlebihan. Perubahan hormon dalam tubuh ini bisa sangat berpengaruh terhadap emosi perempuan. Selain itu, peran perempuan di zaman modern juga ikut mempengaruhi tingkat emosi.

Dilansir dari Fimela, perempuan jadi lebih rentan terhadap hal-hal yang bersifat emosional karena perubahan hormon di dalam tubuhnya. Pada siklus menstruasi misalnya, sebanyak 47,8% perempuan mengalami PMS (premenstrual syndrome). Saat mengalami PMS, perempuan akan mengalami sakit di beberapa bagian tubuh, seperti keram perut, sakita tulang belakang, sakit kepala, dan gangguan pencernaan. Ditambah lagi dengan pengaruhnya terhadap sisi emosi, seperti menjadi lebih mudah marah, sedih, dan sensitif. Pada kehamilan, perempuan juga akan mengalami sejumlah perubahan hormon dalam tubuhnya. Bisa dikatakan, perubahan hormon yang terjadi dari waktu ke waktu menjadi faktor yang sangat memengaruhi perempuan dan menyebabkannya lebih mudah terkena depresi.

image0
Ilustrasi: Helathline

Perkembangan zaman juga ditunding menjadi penyebab perempuan jadi gampang depresi. Pekerja kantoran dan pekerja domestic membuat perempuan harus menjalani peran ganda. Apalagi budaya patriarki masih mengakat kuat di lingkungan kita yang membuat perempuan mendapatkan peran berat sehingga memicu depresi.

Banyaknya tuntutan yang diberikan pada perempuan juga bisa membuatnya rentan depresi. Seperti tuntutan untuk selalu terlihat menarik, untuk bisa merawat diri dan orang lain, menyelesaikan urusan domestik sendiri, dan sebagainya. Tuntutan untuk selalu bisa menjadi sempurna bila tak diatasi dengan baik bisa menjadi pemicu depresi pada perempuan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...