Riset Buktikan Rutin Bercinta Buat Wanita Terhindar dari Menopause Dini
Ilustrasi: My Sweet Home Life

Riset Buktikan Rutin Bercinta Buat Wanita Terhindar dari Menopause Dini

Minggu, 19 Jan 2020 | 22:13 | Amalia Purnama Sari
Winnetnews.com - Bercinta memang tidak diragukan lagi manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Salah satu studi terbaru membuktikan bahwa bercinta secara rutin dapat membuat perempuan terhindar dari risiko menopause dini.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa wanita yang rajin melakukan aktivitas seksual setiap minggu, sebanyak 28 persen akan mengalami menopause dibanding mereka yang melakukannya kurang dari sekali selama satu bulan.

Sementara mereka yang bercinta sebulan sekali, 19 persen kecil kemungkinannya akan mengalami attained menopause atau 12 bulan tanpa haid, ketimbang hanya melakukannya kurang dari sekali sebulan.

Melansir dari Detik Health, Studi ini tidak melihat alasan kaitannya, penulis mengatakan bahwa isyarat fisik dari seks dapat memberi isyarat kepada tubuh bahwa ada kemungkinan untuk hamil. Tetapi bagi wanita yang tidak sering berhubungan seks di usia paruh baya, mengalami menopause yang lebih dini mungkin lebih masuk akal secara biologis.

Jika Anda tidak akan bereproduksi, maka tak ada gunanya berovulasi, sebaiknya Anda menggunakan energi tersebut di tempat lain," ujar Megan Arnot, ketua penulis studi tersebut dan calon master jurusan antropologi evolusioner di University College London, dikutip dari CNN.

Arnot menjelaskan, selama ovulasi wanita rentan terkena penyakit karena sistem imun tubuh terganggu. Jika kehamilan tak terjadi karena berkurangnya seks, maka artinya tidak bermanfaat bagi tubuh untuk mengalokasikan energi pada proses ovulasi.

Sebaliknya, menurut Arnot, penemuan ini mendukung 'Hipotesis Grandmother', sebuah teori yang mengungkapkan bahwa menopause pada dasarnya muncul di manusia untuk mengurangi 'konflik reproduksi' antara generasi wanita yang berbeda dan memastikan cucu mereka bertahan hidup.

Aktivitas seksual tak hanya seks, namun juga masturbasi, sentuhan erotis, atau seks oral. Arnot menyebut ini pertama kalinya ada sebuah studi yang menunjukkan kaitan antara frekuensi berhubungan seks dengan kejadian menopause.

"Mekanisme hubungan antara seks dan menopause merupakan jalan yang menjanjikan untuk penelitian di masa depan dan dapat membuka pintu pada intervensi perilaku," tandas Arnot.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...