Riset Gabungan: Jumlah Positif Corona di Jakarta Kemungkinan Sudah 32 Ribu
Foto: KataData.co.id

Riset Gabungan: Jumlah Positif Corona di Jakarta Kemungkinan Sudah 32 Ribu

Jumat, 10 Apr 2020 | 14:11 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Jumlah kasus corona di Indonesia setiap harinya terus mengalami penambahan. Jakarta sebagai episenter, mencatatkan angka 1.706 kasus positif. Meski begitu, beberapa ilmuwan dari berbagai universitas memprediksi jumlah kasus positif corona di Jakarta sudah sebanyak 32 ribu. Data yang selama diumumkan diperkirakan hanya 2,3 persen dari jumlah yang sebenarnya.

Perkiraan jumlah kasus virus corona ini merupakan bagian dari permodelan terkait wabah COVID-19 di Indonesia, dibuat oleh pakar dari berbagai universitas dan tim SimcovID. Ilmuwan yang terlibat mengerjakan penelitian ini berasal dari ITB, Unpad, UGM, Essex and Khalifa University, University of Southern Denmark, Oxford University, ITS, Universitas Brawijaya, dan Universitas Nusa Cendana.

Dalam penelitian tersebut, data yang digunakan adalah per 31 Maret 2020. Ketika itu, pemerintah mengumumkan jumlah kasus positif corona di Jakarta sebanyak 747 kasus. Sedangkan menurut penelitian ini, data yang tercatat hanyalah 2,3 persen atau telah mencapai 32 ribu kasus positif

 

Berdasarkan laporan Detikcom yang bersumber dari draf penelitian ini, disebutkan dalam kesimpulan bahwa Jakarta memiliki kepadatan kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia, dengan 315 kasus untuk setiap 100 ribu populasi.

Dengan kata lain, dari 100 ribu orang di Jakarta, ada 315 orang yang terjangkit COVID-19. Penduduk Jakarta sendiri berjumlah sekitar 10 juta jiwa.

"Kepadatan kasus COVID19 di Jakarta jauh melebihi provinsi lain yang hanya berkisar di bawah 50 kasus/100.000 populasi," kata tim peneliti.

Dalam riset gabungan ini digunakan permodelan SEIRQD, yakni Susceptible (rentan)-Exposed (terpapar)-Infected (tertular)-Quarantine (karantina)-Recovery (sembuh)-Death (kematian). Tujuannya, pertama, menganalisis perkiraan kepadatan kasus COVID-19 per 100 ribu jumlah penduduk. Kedua, menunjukkan seberapa besar perkiraan kasus yang tidak terdeteksi dari provinsi-provinsi di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...