Risiko Cedera Fatal di Balik Kerlap-kerlip Lampu Natal

Risiko Cedera Fatal di Balik Kerlap-kerlip Lampu Natal

Jumat, 25 Des 2015 | 10:00 | Rusmanto
WinNetNews.com - Kerlap-kerlip lampu Natal menyimpan fakta mengejutkan. Di Kanada, pemasangan lampu-lampu dekoratif tersebut banyak memicu cedera fatal akibat terjatuh.

Dalam sebuah penelitian terbaru, para ilmuwan mengamati 40 pasien yang masuk rumah sakit karena cedera saat memasang lampu Natal pada musim dingin antara tahun 2002-2012. Lebih dari 12 persen di antaranya harus menjalani perawatan jangka panjang, dan bahkan 5 persen lainnya meninggal akibat cedera yang dialami.

Hampir semua, tepatnya 95 persen pasien adalah laki-laki dengan usia rata-rata 55 tahun. Dikutip dari Livescience, Kamis (24/12/2015), lama waktu perawatan di rumah sakit akibat cedera rata-rata 16 hari.

Dari semua pasien tersebut, 20 persen dirawat di intensive care unit (ICU), dan 30 persen membutuhkan operasi pembedahan. Bahkan salah satu kasus membutuhkan craniotomy, atau pembedaan untuk melepas salah satu tulang tengkorak hingga otaknya kelihatan.

Cedera paling umum terjadi pada pemasangan lampu Natal adalah trauma pada kepala dan bahu, diikuti dengan trauma pada tulang belakang serta kaki. Cedera lainnya meliputi trauma pada wajah, panggul, tulang belikat, dan bahkan limpa.

Penyebab cedera saat memasang lampu Natal juga beragam. Sekitar 65 persen mengalami cedera akibat terjatuh dari tangga, sedangkan 30 persen terjatuh dari langit-langit rumah.

Para ilmuwan juga mengungkap 28 persen pasien mengalami komplikasi setelah dirawat akibat cedera dalam pemasangan lampu Natal. Sebagai contoh, 13 persen mengalami pneumonia dan 5 persen mengalami infeksi sepsis. Selain itu, 18 persen pasien juga membutuhkan penahan tulang belakang saat keluar dari rumah sakit.

Dalam melakukan apapun memang perlu kehati-hatian, tak terkecuali saat memasang lampu Natal. Jangan sampai malah cedera di tengah perayaan Natal.

disadur dari situs detik health

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...