Robot Hasil Penelitian Mampu Tes Virus Corona
Robot hasil penelitian di Denmark mampu melakukan tes virus corona. (Foto: The Star)

Robot Hasil Penelitian Mampu Tes Virus Corona

Jumat, 29 Mei 2020 | 12:47 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Peneliti Denmark telah mengembangkan sebuah robot yang mampu melakukan tes Covid-19. Hal itu diumumkan oleh Universitas Denmark Selatan pada Rabu (27/5).

Mengutip laman Kompas.com, Jum'at (29/5), laboratorium penelitian itu menjelaskan, robot menggunakan lengan sekali pakai cetak 3D yang otomatis berganti pada setiap pasiennya. Robot itu mengambil swab tenggorokan dan menempatkan sampel swab ke dalam botol.

"Para peneliti robotika telah mengembangkan robot otomatis sepenuhnya pertama di dunia yang mampu melakukan swab tenggorokan untuk Covid-19, sehingga para profesional kesehatan tidak akan berisiko terpapar infeksi," kata universitas itu dalam sebuah pernyataan.

Robot itu saat ini dalam bentuk prototipe, tetapi model untuk digunakan di lapangan sedang dirakit, kata pemimpin proyek, Thiusius Rajeeth Savarimuthu kepada media Perancis AFP.

"Ada prospek dalam mengembangkan robot swab tenggorokan sehingga robot dapat mengambil alih pekerjaan swab tenggorokan yang berkaitan dengan Covid-19, dan juga pada semua jenis virus di masa depan," katanya dalam pernyataan itu.

Sementara pada April lalu, para peneliti Singapura menemukan robot disinfektan untuk membantu menghilangkan beban para pembersih yang terlalu banyak bekerja selama pandemi.

Di Tokyo, Jepang pada awal Mei juga meluncurkan fasilitas robot humanoid. Dikutip dari AFP, robot itu tidak hanya melayani pasien Covid-19 namun juga memberi semangat dan peringatan kepada pasien.

Pemerintah lokal Tokyo telah bekerja sama dengan beberapa hotel untuk mengamankan beberapa ruangan untuk pasien virus corona dengan gejala ringan. Tujuannya agar rumah sakit punya beberapa ruang kosong bagi pasien virus corona yang lebih berat gejalanya.

Cara kerjanya, pasien yang datang akan berinteraksi dengan robot Pepper, robot humanoid berwarna putih dengan mata bundar dan sebuah tablet yang terpasang di bagian dada yang juga memakai masker wajah saat melayani pasien di lobby hotel.

Juru bicara pemerintah Tokyo, Naoko Kubota mengatakan pada wartawan, "Para pasien akan dikarantina selama dua minggu jadi kami menggunakan robot untuk menerima dan menolong pasien agar secara mental merasa sedikit nyaman."

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...