Rohingya Akui Desa Mereka Hilang Karena Myanmar
Foto: Istimewa

Rohingya Akui Desa Mereka Hilang Karena Myanmar

Kamis, 7 Sep 2017 | 12:37 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Penduduk desa Rohingya mengakui kalau tentara tersebut datang lebih dulu, menembaki tanpa pandang bulu. Kemudian datanglah warga sipil, menemani tentara, untuk menjarah dan membakar.

Sekarang di Bangladesh, 20 Muslim dan Hindu memberikan wawancara di mana mereka menceritakan bagaimana mereka dipaksa keluar dari desa mereka Kha Maung Seik di Negara Bagian Rakhine Myanmar pada 25 Agustus.

"Militer membawa beberapa umat Buddha Rakhine ke sana dan membakar desa tersebut," kata Kadil Hussein, 55 tahun.

"Semua Muslim di desa kami, sekitar 10.000, melarikan diri. Beberapa terbunuh oleh tembakan senjata, sisanya datang ke sini. Tidak ada satu orang pun yang tersisa. " katanya.

Hussein tinggal bersama ratusan pendatang baru lainnya di pemukiman pengungsi Kutapalong, yang sudah menjadi rumah bagi ribuan orang Rohingya yang melarikan diri lebih awal.

Hampir 150.000 orang Rohingya telah tiba di Bangladesh sejak 25 Agustus, ketika gerilyawan Angkatan Bersenjata Rohani Arakan meluncurkan serangan terhadap pasukan keamanan di Negara Bagian Rakhine.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...