Rokok Dapat Menyebabkan Pneumonia pada Anak?
Anak mengidap penyakit pneumonia (Foto: Healthline)

Rokok Dapat Menyebabkan Pneumonia pada Anak?

Senin, 9 Des 2019 | 10:30 | Ajeng Rahimia Sabila

Winnetnews.com - Seiring berkembangnya zaman, rokok dapat dikategorikan sebagai salah satu kebutuhan manusia pada saat ini. Rokok juga dapat dijadikan sebagai alat dalam kesenjangan sosial, karena banyak yang menganggap bahwa rokok adalah bentuk representasi dalam cara bergaul. 

Namun banyak yang tidak menyadari bahwa rokok memiliki dampak yang sangat serius bagi kesehatan manusia, dan dampak ini dapat menyerang semua umur, baik dewasa ataupun anak-anak. Data dari The Tobacco Atlas 2015 mengatakan bahwa lebih dari 217 ribu penduduk Indonesia meninggal karena rokok.

Banyak yang menjadi alasan kematian seseorang ketika dilibatkan dengan rokok. Bisa dikarenakan menjadi perokok pasif maupun perokok aktif. Asap rokok dapat bertahan melayang di udara untuk beberapa waktu yang cukup lama. 

Asap rokok ini nantinya mampu bertahan selama 2 sampai 3 jam dalam satu ruangan bahkan saat ventilasi dibuka. Ini memungkinkan asap menyebar ke seluruh bagian ruangan yang menyebabkan peningkatan risiko penyebaran penyebab penyakit.

Namun, pernahkah perokok aktif memikirkan dampak yang terjadi ketika asap rokok terhirup oleh anak kecil? Menurut Fahrie Sumendra, seorang bapak yang memiliki 1 anak berumur 3 tahun, beliau sendiri berumur 38 tahun dan sudah sejak umur 18 tahun merokok. 

image0
Foto: via thesun.co.uk

“Saya sih merokok dari dulu enggak ada masalah, soalnya saya juga tau kalau misalnya ini bahaya buat anak. Jadi kalau ada anak saya atau ada anak kecil, saya lebih baik menahan untuk tidak merokok. Atau mungkin merokok di tempat yang memang diperbolehkan untuk merokok,” tutur Fahrie. Kemudian, Fahrie pun melakukan kebiasaannya setelah merokok, “Biasanya habis merokok, dan mau ketemu atau menggendong anak saya, saya biasakan untuk cuci tangan dan ganti baju dulu,”

Berbeda dengan narasumber yang lain, Muti Inaya namanya, 20 tahun, ia memiliki adik yang berumur 1 tahun. “Terkadang aku itu merokok ya merokok aja sih,” ungkapnya. 

Nyatanya remaja yang akrab disapa Aya ini belum mengetahui bahwa rokok bisa menyebabkan penyakit atau bahkan kematian pada balita. 

“Oh, iya? Aku sih jujur aja kurang concern sama hal-hal kayak gitu, kebetulan juga aku kalau ngerokok ya sama temen-temen aja. Cuma aku enggak pernah kepikiran sih kalau baju bekas aku merokok juga bisa ngundang penyakit ke balita,” imbuhnya

Ternyata, ada salah satu penyakit yang dapat disebabkan oleh rokok, loh. Penyakit itu disebut Pneumonia. Banyak perokok yang masih sangat tabu terhadap bahaya rokok pada anak-anak salah satunya adalah penyakit pneumonia

Penyakit pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang disebabkan bakteri, jamur dan virus. Penyakit ini dapat menyerang anak-anak dan dewasa dikarenakan oleh asap rokok yang menempel pada tubuh perokok yang meyebabkan penyakit itu tersebar kepada perokok pasif. 

Dilansir dari CNN Indonesia, penyakit ini dapat menggerogoti balita melalui saluran nafas atas atau bawah yang akan berhubungan dengan infeksi pada jalur alveolidan bronceolus. Gejala yang dapat terlihat pada balita adalah sesak nafas atau gangguan saat pengambilan oksigen dari paru-paru, hingga demam.

Pada faktanya penyakit pneumonia ini telah terbukti merenggut nyawa seorang bayi. Dikutip dari halogeet.com, bayi berumur satu bulan itu harus kehilangan nyawanya karena terkena dampak dari asap rokok yang ditimbulkan oleh tamu-tamu yang kebetulan menghadiri acara yang dibuat oleh keluarga sang bayi.

Ditemui di salah satu kawasan asap rokok, seorang ibu bernama Anna mengungkapkan kegelisahannya terhadap orang-orang yang tidak memperhatikan keadaan sekitar ketika merokok. 

“Kadang aku ingin marah, tapi ya hak mereka juga untuk merokok. Cuma, kan, pemerintah sudah buat tempat khusus untuk merokok agar tidak kena perokok pasif. Kadang suka takut sih kalo lagi ditempat-tempat kayak gini asap rokok kena anak-anakku, biasanya aku langsung jauhin anak-anak aku atau pindah tempat duduk jauh dari orang-orang yang merokok sih,” kata Anna. Penyakit pneumonia ini membuat kekhawatiran ibu dua anak ini terhadap asap rokok.

Namun ada beberapa cara untuk mencegah Pneumonia seperti memberikan gizi yang cukup kepada anak, memberikan ASI, memberikan imunisasi yang lengkap, menjauhkan anak dari asap rokok, dan menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan sebelum makan. 

Terlebih di khususkan kepada orang tua agar dapat lebih kritis untuk mencermati gejala-gejala apa saja yang dapat menimbulkan penyakit Pneumonia terhadap anak.

***

 

Ajeng Rahimia Sabila adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...