(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Rokok Menjerat Masa Depan Generasi Muda

Oky
Oky

Rokok Menjerat Masa Depan Generasi Muda Sumber Foto : Istimewa

Generasi muda adalah penerus bangsa di masa mendatang yang diharapkan memiliki kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Nyatanya generasi muda sekarang banyak yang jatuh dalam pilihan yang salah. Salah satu keputusan fatal yang diambil adalah merokok.

  1. Generasi Muda Merokok, Apa Faktor Utamanya?

    Tentunya keputusan yang diambil generasi muda dilatar belakangi oleh beberapa faktor. Namun, lingkungan merupakan faktor yang paling kuat mendasari keputusan remaja untuk merokok. Mulai dari lingkungan yang paling dekat dengan remaja, yaitu orang tua dan teman pergaulan.

    Peran orang tua sangat besar dalam tumbuh kembang anak, sangat disayangkan jika orang tua sudah salah dalam mengambil langkah. Orang tua yang tidak dapat berhenti merokok disekitar anak-anaknya, akan menjadi cerminan anak tersebut di masa depan. Secara tidak sadar, anak akan mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

    Lingkungan disekitar anak yang tak kalah penting adalah teman pergaulannya. Masa remaja adalah masa peralihan, dimana anak sedang mencari jati dirinya. Pertemanan dan pergaulan menjadi indikator penting saat remaja sedang bertumbuh. Perlu dipahami jika remaja yang suka merokok pada umumnya adalah mereka yang coba-coba atau menerima ajakan dari temannya. Namun, perlu di ingat meskipun anak tidak merokok bukan berarti mereka tidak mengalami dampak negatifnya.
  2. Tidak Merokok, tapi Kena Dampaknya?

    Untuk menjadi seorang perokok, tidak selalu dibutuhkan batang rokok dan korek api. Jika anak berada dalam pergaulan dengan perokok, maka dapat dikatakan bahwa anak juga ikutan merokok karena terlalu sering terpapar asap rokok dan akan beresiko terkena kanker.

    Berdasarkan kategori, perokok terbagi menjadi dua, yaitu perokok aktif dan perokok pasif. Perokok aktif adalah orang yang merokok dan langsung menghirup asap rokok tersebut, sedangkan perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tetapi menghisap asap dari perokok aktif. Anak tanpa sadar menjadi perokok pasif dan membahayakan organ tubuhnya. Tanpa pengertian dan pemahaman tentang adanya zat-zat berbahaya di dalam rokok yang dapat membuat rasa ketagihan dan kecanduan, itulah yang menyebabkan remaja sangat sulit untuk berhenti merokok karena jika tiba-tiba berhenti merokok dapat menimbulkan stres.
  3. Perokok Indonesia Semakin Muda

    Tanpa disadari, perokok aktif di Indonesia melonjak naik setiap tahunnya. Dewasa ini, Indonesia telah menduduki peringkat ke 4 sebagai negara dengan konsumsi tembakau tertinggi. Tapi tahukah anda sekitar 70% dari perokok Indonesia berasal dari orang-orang miskin dan remaja?

    Menurut Survei Indikator Kesehatan Nasional (SIRKESNAS) 2016, jumlah perokok anak-anak dan remaja mengalami kenaikan sebesar 8,8%. Di tahun 2018, melonjak naik menjadi 9,1% berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018. Ironis melihat penurunan jumlah perokok usia muda di negara maju, anak-anak di negara miskin dan berkembang justru banyak ditemukan sebagai prokok aktif. Hal ini sangat memprihatinkan mengingat usia muda merupakan usia produktif dari sebuah negara.
  4. Ini Dampak Rokok yang Menyerang Generasi Muda

    Dampak negatif dari merokok kerap kali dianggap hanya menyerang saat usia lanjut, pemikiran yang seperti ini perlu di ubah karena merokok saat usia muda, dampak negatifnya tidak kalah membahayakan.

    Sebatang rokok saat dibakar dapat menghasilkan lebih dari 7.000 bahan kimia beracun. Lebih dari 70 jenis bahan kimia di dalam rokok yang telah diketahui sebagai penyebab kanker. Penyakit yang dapat ditimbulkan oleh rokok biasanya disebut sebagai Penyakit Tidak Menular (PTM). PTM tidak hanya menyerang usia lanjut, namun usia muda juga banyak yang menderita PTM.

    Salah satu PTM yang disebabkan rokok adalah penyakit kardiovaskuler. Penyakit kardiovaskuler terjadi karena adanya gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah. Penyebabnya adalah merokok sejak usia muda!

    Ada banyak macam penyakit kardiovaskuler, namun yang paling umum terjadi karena merokok adalah sebagai berikut:

    ·         Kanker Paru

    90% kasus Kanker Paru terjadi pada orang yang terbiasa menghirup asap rokok. Studi membuktikan bahwa hanya 1 dari 5 orang yang dapat bertahan hidup dan sembuh, sementara sisanya meninggal dunia.

    ·         Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

    PPOK ditunjukkan oleh gejala batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh. Serta ditandai dengan sesak napas yang semakin lama semakin memberat.  Bila anda terkena PPOK, kondisi ini akan bertahan seumur hidup.

    ·         Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan Stroke

    Akhir-akhir ini di Indonesia banyak muncul kejadian PJK dan Stroke. Penderita penyakit ini banyak yang mengalami kematian mendadak.
  5. Rokok Sumber Segala Masalah

    Tak hanya menjadi penyebab kematian paling banyak, rokok juga bertanggung jawab akan meningkatnya angka kemiskinan. Berdasarkan profil kemiskinan per 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa setelah beras, rokok kretek filter merupakan komoditi terbesar kedua yang menjadi penyumbang garis kemiskinan di Indonesia, baik di pedesaan maupun perkotaan.

    Rasa candu yang membuat ketagihan merokok akhirnya menyebabkan masyarakat terperangkap dalam kemiskinan. Akibat membeli rokok, jumlah uang untuk membeli kebutuhan primer, seperti beras dan telur, menurun. Uang yang seharusnya dapat dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan tersebut malah banyak dihabiskan untuk membeli rokok yang sebenarnya tidak ada manfaatnya. Rokok menyita banyak pendapatan, bahkan menimbulkan ada kemungkinan menimbulkan kejahatan.

    Dengan kebiasaan merokok yang tidak dapat dikurangi, maka akan menyebabkan masyarakat lebih rentan untuk terserang penyakit. Ironisnya, yang tidak merokok pun juga ikut terserang penyakit. Tidak hanya merugikan diri sendiri, merokok juga sangat merugikan lingkungan sekitar. Saat penyakit akibat rokok menyerang, masyarakat tentu membutuhkan banyak biaya untuk melakukan pengobatan. Ironisnya, pemerintah yang harus menanggung biaya pengobatan tersebut. Maka dari itu rokok merupakan komoditi terbesar penyumbang angka kemiskinan.

    Walaupun sudah ada kebijakan dan peraturan merokok, namun tetap tidak dapat menekan jumlah perokok yang terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan kenaikan cukai rokok sulit untuk mengurangi jumlah perkokok. Dibutuhkan sosialisasi yang tepat sejak dini untuk memberikan informasi betapa merugikannya merokok.
  6. Berhenti Merokok, Ini Keuntungannya


    Tidak hanya melihat dari sisi kesehatan, ternyata sangat banyak keuntungan yang diperoleh saat anda bisa mengurangi bahkan berhenti merokok.

    Berikut 5 keuntungan dari sekian banyak keuntungan yang perlu anda ketahui.

    ·         Lebih sehat

    Merokok dapat menyebabkan banyak penyakit komplikasi, terutama penyakit jantung dan kanker yang memiliki risiko kematian.

    ·         Kulit yang segar

    Rokok mengandung zat karbondioksida yang dapat menghambat aliran oksigen di dalam darah. Hal ini akan menyebabkan kelembapan kulit tidak terjaga sehingga kulit akan terlihat lebih kusam, kering, dan lebih rentan untuk mengalami penuaan dini.

    ·         Hemat uang

    Rokok terbukti menyebabkan kemiskinan. Dengan tidak merokok, berarti tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk membeli rokok. Uang tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan primer yang lebih penting dari pada rokok.

    ·         Lebih produktif

    Saat anda berhenti merokok, maka aliran oksigen di dalam darah akan kembali lancar sehingga anda akan lebih bergairah dalam melakukan aktivitas. Selain itu, pikiran akan lebih cerah dan lebih fokus.

    ·         Bebas dari stres

    Dengan anda berhenti merokok maka anda juga akan terbebas dari zat nikotin yang menyebabkan stres berkelanjutan dan kecanduan.

Melihat dari keuntungannya, masih ingin merokok? Yuk jadi generasi cerdas yang menolak rokok!


Ditulis oleh Chelsea Jessica

Mahasiswi London School of Public Relations

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});