Rollercoaster Poundsterling Pasca Inggris Berdiri 'Satu Kaki'
Poundsterling menguat. [Foto: Breitbart]

Rollercoaster Poundsterling Pasca Inggris Berdiri 'Satu Kaki'

Jumat, 18 Okt 2019 | 11:12 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Uni Eropa akhirnya menemukan kesepakatannya dengan Inggris terkait Brexit yang sudah digaungkan Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, yang berulang kali proposal Brexit diajukan namun tetap mendapat penolakan parlemen Inggris.

Sempat alot, akhirnya Theresa May mengundurkan diri dan digantikan Boris Johnson yang juga berupaya memperjuangkan Inggirs untuk keluar dari Uni Eropa. Uni Eropa akhrinya membuka diri terhadap pengajuan proposal Inggris sejak Theresa May menjabat dan digantikan Boris Johnson.

Kesepakatan ini membuat ‘satu kaki’ Inggris sudah keluar dari Uni Eropa, namun untuk mengeluarkan ‘satu kaki’ lagi hanya tinggal menunggu 31 Oktober 2019 yang ditandai sebagai peresmian Brexit.

Melansir CNBC Indonesia, mata uang poundsterling dan euro pun menguat tajam kontra dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (17/10) pasca perundingan dan kesepakatan Brexit.

Poundsterling langsung melesat 1,23% ke level US$1,2988, sebelum memangkas penguatan dan diperdagangkan di level US$1,2888 pada pukul 17:45 WIB. Poundsterling kini berada di level tertinggi sejak Mei.

Mengikuti pergerakan poundsterling, euro juga menguat 0,62% ke level US$1,1139, sebelum terpangkas dan diperdagangkan di level US$ 1,1115. Mata uang 19 negara ini berada di level terkuat sejak akhir Agustus melawan dolar AS.

CNBC International melaporkan, pihak Inggris Raya dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan proposal Brexit setelah berunding selama 11 jam.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, melalui akun Twitter-nya mengatakan "kita telah mencapai kesepakatan Brexit yang bagus" dan meminta anggota Parlemen Inggris untuk mendukung proposal tersebut saat diserahkan ke parlemen pada hari Sabtu (19/10).

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Junker, juga melalui akun Twitter mengatakan kesepakatan kali ini "adil dan berimbang". Proposal Brexit tersebut kini akan dibahas pada pertemuan puncak Uni Eropa mulai hari ini hingga Jumat besok, dan harus mendapat persetujuan.

Setelah mendapat persetujuan dari Uni Eropa, proposal tersebut akan diserahkan ke Parlemen Inggris juga untuk mendapat persetujuan, sebelum akhirnya Brexit resmi dilakukan pada 31 Oktober nanti. Meski demikian, tantangan bagi PM Johnson selanjutnya adalah meyakinkan anggota parlemen untuk mendukung proposal tersebut.

Meski demikian, Partai Democratic Unionist (DUP) dari Irlandia Utara yang merupakan pendukung Partai Konservatif di pemerintahan sudah menyatakan tidak bisa mendukung proposal yang dibuat PM Johnson kali ini.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...