Rupiah Berpotensi Menguat Sepanjang Pekan Ini

Rupiah Berpotensi Menguat Sepanjang Pekan Ini

WinNetNews.com  - Nilai tukar rupiah menjadi tiga besar mata uang Asia yang menguat paling tinggi pada perdagangan hari ini. Sentimen positif dari buruknya data tenaga kerja Amerika Serikat berpeluang mengangkat rupiah sepanjang pekan ini.

Di Asia, mata uang yang paling menguat adalah ringgit yang menguat 0,89%, di posisi kedua ada won yang naik 0,7%, sedangkan rupiah berada di posisi ketiga.

Johannes Ginting, Kepala Edukasi PT Monex Investindo Futures, mengatakan sentimen dari buruknya data tenaga kerja AS ini akan mendorong penguatan rupiah sepanjang pekan ini. Apalagi, bila tidak ada data ekonomi penting yang rilis pada pekan ini.

"Lalu, pelaku pasar tampaknya sudah pesimis suku bunga Federal Reserve (the Fed) akan naik pada OKtober sehingga bisa jadi sentimen positif bagi rupiah untuk jangka pendek. Tetapi, ketidakpastian kenaikan suku bunga masih berlanjut hingga Desember dan tahun depan, jadi pelaku pasar pun masih rentan melakukan profit taking," ujarnya.

Pada akhir pekan lalu, data non-farm payroll (NFP) Amerika Serikat (AS) untuk September sebesar 142.000. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi pasar yang berharap NFP AS bisa kembali ke 203.000.

Selain itu, NFP AS pada Agustus pun di revisi lebih rendah lagi menjadi 136.000 dibandingkan dengan rilis pada awal September sebesar 173.000. Dengan data NFP yang buruk itu, maka peluang kenaikan suku bunga the Fed pada Oktober sangat tipis.

Saat ini pelaku pasar disebut lebih menunggu pertemuan the Fed pada Desember untuk memastikan apakah bank sentral AS itu akan menaikkan suku bunga pada tahun ini atau tidak.

Di sisi lain, Johannes memprediksi rupiah masih berpotensi mencoba penguatan ke kisaran Rp14.480. "Bila tembus Rp14.480, maka rupiah berpotensi bertahan di Rp14.000," ujarnya.