Rupiah dibayangi data Amerika

Rusmanto
Rusmanto

Rupiah dibayangi data Amerika

Rupiah diperkirakan bakal kembali terpuruk. Ini setelah membaiknya data ekonomi Amerika Serikat. Hal ini membuat pasar wait and see atas pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen saat pertemuan (FOMC) yang digelar pekan depan.

Kamis (23/7), kurs tengah Bank Indonesia pasangan USD/IDR naik 0,19% ke Rp 13.394 per dollar AS. Di pasar spot rupiah melemah 0,33% ke Rp 13.420 per dollar AS.

Sementara itu, Sri Wahyudi, Research and Analyst Fortis Asia Futures, mengatakan, sentimen domestik mengenai kebijakan Bank Indonesia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dari 5,4%-5,8% menjadi 5%-5,4% masih memberi sentimen negatif bagi rupiah. Karena itu, dia memproyeksikan, rupiah masih akan melemah pada hari ini (24/7) sembari menanti data klaim pengangguran di Amerika Serikat.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});