Rupiah dibayangi data Amerika

Rusmanto
Jumat, 24 Juli 2015 10:10 WIB
Oleh Rusmanto pada Jumat, 24 Juli 2015 10:10 WIB
Image Rupiah dibayangi data Amerika

Rupiah diperkirakan bakal kembali terpuruk. Ini setelah membaiknya data ekonomi Amerika Serikat. Hal ini membuat pasar wait and see atas pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen saat pertemuan (FOMC) yang digelar pekan depan.

Kamis (23/7), kurs tengah Bank Indonesia pasangan USD/IDR naik 0,19% ke Rp 13.394 per dollar AS. Di pasar spot rupiah melemah 0,33% ke Rp 13.420 per dollar AS.

Sementara itu, Sri Wahyudi, Research and Analyst Fortis Asia Futures, mengatakan, sentimen domestik mengenai kebijakan Bank Indonesia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dari 5,4%-5,8% menjadi 5%-5,4% masih memberi sentimen negatif bagi rupiah. Karena itu, dia memproyeksikan, rupiah masih akan melemah pada hari ini (24/7) sembari menanti data klaim pengangguran di Amerika Serikat.

Cara Hilangkan Kecanduan Kopi
Rizal Ramli Klaim PT PLN Merugi Karena Jokowi Tidak Mendengarkan Nasihatnya

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.