Rupiah Loyo, Dulu Pelaku Pasar Overconfident ke Jokowi

Rusmanto
Senin, 29 Juni 2015 15:30 WIB
Oleh Rusmanto pada Senin, 29 Juni 2015 15:30 WIB
Image Rupiah Loyo, Dulu Pelaku Pasar Overconfident ke Jokowi

Jakarta -Nilai tukar rupiah masih belum menunjukkan taringnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Apalagi ditambah sentimen Yunani yang mau bangkrut, rupiah bisa makin terpuruk.

Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengatakan, lemahnya nilai tukar rupiah lebih kepada dampak dari persepsi pasar saja. Dulu pelaku pasar terlalu percaya bahwa Jokowi bisa membuat rupiah makin menguat.

"Mereka (investor) karena overconfident kan sebelumnya ke Indonesia, ke Pak Jokowi. Kemudian pada saat melihat ini, tiga bulan pertama boleh dibilang nggak ada apa-apa karena kan masih mengurusi APBN-P, terus masih ada masalah nomenklatur kementerian. Jadi boleh dibilang 6 bulan ini kan memang sangat minim sekali realisasi," katanya usai bertemu Presiden Jokowi bersama para pakar ekonomi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2015).

Menurut Destry, Jokowi akan mempercepat pembangunan aneka infrastruktur ini di semester II-2015. Program-program pemerintah lainnya juga akan digenjot terutama untuk merangsang daya beli masyarakat.

"Aku rasa itu bisa mengubah persepsi dari masyarakat yang sekarang mostly agak pesimistis. Walaupun sebetulnya pesimisnya dari high expectation (ekspektasi tinggi). Jadi even (meskipun) kita tumbuh 4,5% atau 4,9% tetap saja dianggapnya tidak prima," jelasnya.

Sampai sore ini, dolar AS masih perkasa di kisaran Rp 13.368. Posisi tertinggi yang bisa diraih dolar AS ada di Rp 13.375.

Yuk Coba Es Krim Berbahan Sayuran Ini !
Permintaan Maaf Kiper Liverpool Usai Pertandingan Final Liga Champions

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.