(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Rupiah Masih Bergantung Dari Data Ekonomi AS

Rusmanto
Rusmanto

Rupiah Masih Bergantung Dari Data Ekonomi AS

WinNetNews.com - Data ekonomi Amerika Serikat akan berdampak pada nilai rupiah hari ini. Di pasar spot, Kamis (22/10), rupiah terhadap dollar AS menguat 0,61% ketimbang hari sebelumnya menjadi 13.640.

Sejalan dengan itu, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia (BI) menguat 0,4% menjadi 13.640.

Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Tresuri Bank BNI, menjelaskan, bangkitnya mata uang rupiah disebabkan rencana pemerintah merilis paket kebijakan ekonomi jilid V. "Hal ini direspons positif oleh pelaku pasar," ungkapnya.

Agus Chandra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menambahkan, penguatan rupiah disokong pernyataan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro yang mempertahankan estimasi defisit anggaran di bawah 2,5%.

Bursa saham Tiongkok yang mulai pulih juga menambah katalis positif bagi rupiah. Agus memprediksi, pergerakan rupiah hari ini akan bergantung pada rilis data klaim pengangguran dan penjualan rumah AS yang hasilnya diprediksi mixed.

Prediksi Trian, rupiah hari ini bergulir dalam rentang antara 13.500 sampai 13.700. Proyeksi Agus, rupiah bergerak antara 13.350-13.750.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});