Rupiah Menguat Jelang Reshuffle Kabinet Jilid 2

Rupiah Menguat Jelang Reshuffle Kabinet Jilid 2

WinNetNews.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak menguat jelang pengumuman perombakan kabinet atau reshuffle jilid 2. Jokowi dikabarkan akan mengumumkan perombakan kabinet pada pukul 11.00 WIB.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah dibuka di Rp 13.160 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.175 per USD.

Usai pembukaan, Rupiah masih terus bergerak menguat dan menyentuh level 13.123 per USD.

Bank Indonesia mencatat pada Juni 2016, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) mengalami penguatan atau apresiasi sebesar 3,4 persen (mtm) ke level Rp 13.213 per USD.

Hal ini dipengaruhi mulai meredanya ketidakpastian kenaikan Fed Fund Rate (FFR), terbatasnya dampak Brexit dan meningkatnya sentimen positif atas pengesahan UU Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty.

 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara mengatakan, dampak Brexit terhadap Rupiah cenderung terbatas, dibandingkan dengan mata uang lainnya dan hanya berlangsung singkat.

"Penguatan kembali Rupiah didorong oleh persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik," ujar dia di kantornya, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Menurutnya, penguatan ini juga sejalan dengan pengesahan UU Pengampunan Pajak, perbaikan kondisi makro ekonomi serta perkiraan penundaan kenaikan FFR oleh The Fed.

"Penguatan tersebut sejalan dengan aliran masuk modal asing yang kembali meningkat setelah sempat sedikit terkoreksi akibat Brexit," jelas dia.

Sumber: Merdeka