Rupiah : Tetap Waspada, Jangan Senang Dulu

Rupiah : Tetap Waspada, Jangan Senang Dulu

WinNetNews.com - Kurs rupiah yang kian menguat sejak Rabu (7/10) kemarin ramai di bicarakan Sebagian besar masyarakat Indonesia . Terkereknya kurs rupiah ini ternyata karena The Feed, Bank Sentral Amerika Serikat menunda kenaikan bunganya, Rupiah kini kembali menyentuh angka 13.000-an. Para investor masih menunggu kepastian The Fed, hingga mereka mengadakan rapat yang direncakana akhir bulan ini.

The Fed yang menunda kenaikan tingkat bunga ini disebabkan karena rapuhnya kondisikeuangan Negeri Paman Sam. Tapi, penguatan mata uang Garuda ini dikhawatirkan tak akan bertahan lama. Meskipun pemerintah dan para manajer investasi tetap berusaha untuk mengerek level rupiah, ada beberapa hal yang menjadi alasan buat kamu dan para investor untuk tetap waspada, menurut Indonesia Investments.

Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas telah memangkas pertumbuhan ekonomi global hingga tahun depan.

Sebesar 0.2% pertumbuhan ekonomi global dipangkas karena pertumbuhan pasar negara berkembang melambat. pertumbuhan ekonomi global yang lesu ini ternyata juga disebabkan karena melambatnya pertumbuhan ekonomi di Cina. Sehingga harga komoditas pun rendah. Sementara, Indonesia merupakan eksportit komoditas utama. Hal ini pasti akan mengancam kurs rupiah.

The Fed tetap akan naikkan suku bunga.

Meskipun kelihatannya The Fed belum akan menaikkan bunga akhir tahun ini, bahkan hingga awal tahun 2016, tapi The Fed tetap harus mengambil keputusan untuk menaikkan suku bunga. Jadi, meskipun rupiah kini perkasa, tetap saja harus waspada.

Cadangan devisa sudah jatuh tahun ini.

Karena rupiah sempat menyentuh angka tertinggi, Rp 14.900-an per dolar AS, Bank Indonesia (BI) berusaha untuk menyelamatkan mata uang Garuda. Karenanya, cadangan devisa tahun ini sudah jatuh secara signifikan.

Meskipun begitu, Kepala Riset NH NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, tetap optimis rupiah tak akan anjlok kembali. "... jika pun terjadi pelemahan tidak akan terlalu dalam," katanya seperti yang dimuat salah satu portal berita online lokal. Tetap optimis dan menaruh harapan memang tidak salah. Tapi ada baiknya juga kalau kamu dan para investor tetap waspada.