Rusia Minta 6 Warganya yang Ditahan di Indonesia Diekstradisi

Rusmanto
Rabu, 10 Februari 2016 15:19 WIB
Oleh Rusmanto pada Rabu, 10 Februari 2016 15:19 WIB
Image Rusia Minta 6 Warganya yang Ditahan di Indonesia Diekstradisi

WinNetNews.com - Dalam pertemuan Dewan Keamanan Federasi Rusia dengan Presiden Joko Widodo, salah satu yang dibahas adalah soal ekstradisi. Ada 6 warga Rusia yang ditahan di Indonesia dan minta diekstradisi.

"Ada 6 rupanya orang Rusia yang ditahan di Indonesia. salah satunya adalah gembong narkobanya," ucap Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan usai pertemuan di Istana, Jalan Medan Merdeka Utara, Hajarta, Rabu (10/2/2016).

Delegasi Dewan Keamanan Federasi Rusia yang datang ada 5 orang, dipimpin oleh Nikolay P. Petrushev. Sementara Jokowi didampingi Luhut, Menlu Retno Marsudi, Menkumham Yassona Laoly dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

 

"Mereka minta ekstradisi tapi secara hukum, kita tidak bisa mengektradisi mereka karena kita tidak punya perjanjian ekstradisi dengan Rusia," ujar Luhut.

Sementara itu, Menkumham Yassona Laoly mengatakan perjanjian ekstradisi antara Rusia dengan Indonesia saat ini masih dikaji, dan harus dibuat dulu Mutual Legal Assistance (MLA).

"Sudah ada draf dari Rusia kemarin diserahkan, kita bahas. Nanti pada tingkat teknis, tim kita dari kumham, menkopolhukam, Polri akan membahas ini dengan tim mereka. Setelah itu nanti kita harapkan ada penandatanganan MoU pada bulan 5 kalau ada kunjungan ke Rusia," paparnya.

"Jadi kan harus ada MoU dulu, sudah ada perjanjian kerjasama," imbuhnya.

disadur dari situs detik news

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Trump Kecam Uni Eropa Terkait Denda untuk Google

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.