RUU JPSK : Atur Kelompok Bank Berdampak Sistemik

Muchdi
Muchdi

RUU JPSK :  Atur Kelompok Bank Berdampak Sistemik

Jakarta - Kelompok-kelompok bank berdampak sistemik (SIB), akan di atur oleh Rancangan Undang-Undang Jaring Pengaman Sisten Keuangan (JPSK) .

Kelompok bank SIB ini akan dievaluasi secara berkala dan diawasi khusus. Tujuannya adalah agar imbas negatif di kala krisis ekonomi tidak menyebar dan dapat diantisipasi, Ungkap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro .

Menkeu seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa, 29 September 2015. Mengatakan “Daftar kelompok bank berdampak sistemik bisa berubah, yang penting penetapannya harus dalam kondisi normal. Tidak boleh ada tambahan bank dalam masa krisis,”

Dijelaskan, setelah ditetapkan, kelompok bank tersebut akan dikenakan syarat kesehatan perbankan yang lebih tinggi dibanding bank lainnya. Nantinya, penetapan kriteria bank SIB tersebut akan ada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam RUU JPSK, pemerintah akan membentuk Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan Menteri Keuangan sebagai koordinator, dan beranggotakan Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});