RUU Ketahanan Keluarga: Istri Atur Keperluan Rumah Tangga dan Wajib Penuhi Hak Suami

RUU Ketahanan Keluarga: Istri Atur Keperluan Rumah Tangga dan Wajib Penuhi Hak Suami

Rabu, 19 Feb 2020 | 14:30 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Rancangan Undang-undang Ketahanan Keluarga atau lebih dikenal dengan RUU Ketahanan Keluarga membagi peran suami dan istri dalam sebuah keluarga. Aturan tersebut terdapat dalam pasal 25 yang berisi tiga ayat.

Dikutip dari CNN Indonesia, Rabu, 19 Februari 2020, pasal 25 ayat (1) mengatur setiap suami istri yang terikat perkawinan sah harus melaksanakan kewajiban masing-masing sesuai norma agama, etika sosial, dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sementara ayat (2) dan (3) mengatur peran masing-masing.

Ada empat peran suami menurut RUU tersebut. Pertama, suami bertugas sebagai keluarga yang bertanggung jawab menjaga keutuhan dan kesejahteraan keluarga. Kedua, harus melakukan musyawarah dengan seluruh anggota keluarga dalam menangani permasalahan keluarga. Ketiga, suami wajib melindungi keluarga dari diskriminasi, kekejaman, kejahatan, penganiayaan, eksploitasi, penyimpangan seksual, dan penelantaran. Keempat, suami juga ditugaskan melindungi keluarga dari praktik perjudian, pornografi, pergaulan dan seks bebas, serta penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

Sementara istri hanya punya tiga tugas yang berkaitan dengan urusan domestik rumah tangga.

Pasal 25 ayat (3) berbunyi:

Kewajiban istri sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), antara lain

a. wajib mengatur urusan rumah tangga sebaik-baiknya;
b. menjaga keutuhan keluarga; serta
c. memperlakukan suami dan Anak secara baik, serta memenuhi hak-hak suami dan Anak sesuai norma agama, etika sosial, dan ketentuan peraturan perundang-undangan

Menurut anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sodik Mudjahid, aturan ini bukan berarti mengungkung posisi istri, akan tetapi aturan ini dibuat dengan pendekatan keluarga yang berkualitas.

“Ada yang mempertanyakan soal kewajiban istri. Sebetulnya itu sudah seimbang antara kewajiban suami dan kewajiban istri, tapi berbeda fungsi,” ungkap Sodik di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/2).

Draf RUU Ketahanan Keluarga menuai banyak kritik di media sosial sejak pekan lalu. RUU tersebut dinilai menjadi alat Negara untuk mencampuri urusan privat warga negaranya.

Untuk diketahui, draf RUU ini diajukan oleh Netty Prasetiyani dan Ledia Hanifa dari Fraksi PKS, Endang Maria Astuti dari Fraksi Partai Golkar, Sodik Mudjahid dari Fraksi Partai Gerindra, serta Ali Taher dari Fraksi PAN. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...