RUU KUHP Terbaru Tidak Cantumkan Pidana Bagi Pelaku LGBT
Pride Day (sumber: Tribun Manado)

RUU KUHP Terbaru Tidak Cantumkan Pidana Bagi Pelaku LGBT

Rabu, 28 Agt 2019 | 16:00 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com -  Mahkamah Konstitusi (MK) baru-baru ini mengirim draft Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) mengenai pasal kriminalisasi LGBT kepada DPR untuk digodok secara lebih matang.

Namun dalam draft tersebut tidak ditemukan adanya pidana yang berpotensi untuk menghukum para pelaku LGBT.

Kriminalisasi LGBT dalam KUHP yang sekarang hanya mencantumkan adanya kriminalisasi jika salah satu pelakunya adalah anak-anak. Tindak pidana yang dimaksud termaktub dalam Pasal 292 yang berbunyi:

Orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sesama kelamin, yang diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya belum dewasa, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Ketika ditelisik dalam draft terbaru, pasal tersebut justru dihapuskan. Dalam rancangan terbaru, pencabulan akan mendapat pidana jika terdapat unsur paksaan, seperti yang tertuang dalam Pasal 421:

Setiap orang yang melakukan perbuatan cabul di depan umum dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan atau pidana denda paling banya Kategori III.

Setiap orang yang melakukan perbuatan cabul secara paksa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, dipidanan dengan pidanan penjara paling lama 9 tahun.

Setiap orang yang melakukan perbuatan cabul yang dipublikasikan sebagai muatan Pornografi dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 tahun.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...