RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Resmi Ditarik dari Prolegnas 2020

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Resmi Ditarik dari Prolegnas 2020
Masyarakat mendesak DPR untuk mensahkan RUU PKS. (Tempo.co)

Winnetnews.com - RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kini harus berujung ditarik dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020. Hal tersebut berdasarkan keterangan yang disampaikan Ketua Badan Legislasi DPR Supratman Andi Agtas yang telah menerima surat dari Komisi VIII DPR.

"Kami terima kasih kalau itu bisa dikeluarkan (dari Prolegnas), sehingga bisa mengurangi beban Prolegnas kami," jelas Supratman, Selasa, (30/6).

Menurut Supratman, RUU yang telah masuk Prolegnas 2020 seharusnya selesai dibahas pada Oktober. Namun, apabila belum rampung, maka Badan Legislasi menyarankan tiap komisi menarik RUU dari Prolegnas.

Meski begitu, RUU yang ditarik dari Prolegnas 2020 dapat kembali diajukan untuk Prolegnas 2021. Supratman menambahkan mengenai Prolegnas 2021 akan mulai dibahas pada Oktober 2020 sebelum APBN 2021 diresmikan.

"Kalau belum bisa diselesaikan sampai Oktober mending dikeluarkan lebih dulu kemudian secara realistis dipertimbangkan kembali dan kami jamin kalau tetap jadi usulan untuk dimasukkan dalam Prolegnas 2021," kata Politikus Gerindra itu

Sebelumnya, RUU PKS menjadi salah satu dari 50 RUU yang diajukan dalam Prolegnas 2020. Dalam proses pembahasannya, sejumlah kelompok masyarakat kerap mendesak DPR untuk segera mensahkan RUU tersebut demi memberi perlindungan dan keadilan korban kekerasan seksual.

Menurut Wakil Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, RUU PKS ditarik karena pembahasannya yang sulit dan berkepanjangan

"Pembahasannya memang agak sulit, ini bercermin dari periode lalu tidak mudah, jadi kami menarik," uingkap Marwan.

Marwan menjelaskan sulitnya pembahasan RUU PKS juga karena adanyua penolakan dari sejumlah fraksi partai politik. Seperti Fraksi PKS yang menolak RUU tersebut karena dinilai memberi ruang untuk komunitas LGBTQ.

 

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...