Saat Baku Tembak dengan Teroris ISIS, Kombes Martuani Habiskan 22 Peluru

Saat Baku Tembak dengan Teroris ISIS, Kombes Martuani Habiskan 22 Peluru

Selasa, 19 Jan 2016 | 08:15 | Liani
WinNetNews.com - Kombes Pol Martuani Sormin ikut melakukan penanganan cepat ketika terjadi ledakan bom dan serangan bersenjata api dari kelompok teroris di Thamrin, Jakarta Pusat, selain AKBP Untung Sangaji. Mobil dinas Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya ini bahkan sempat dilempar bom oleh Afif Cs.

Kamis (14/1) siang itu, Martuani bersama sopirnya itu tengah melintas di perempatan Thanrin, hendak menuju ke MK untuk pengamanan sidang sengketa Pilkada serentak, sekaligus ke RSPAD Gatot Subroto untuk menjenguk istrinya yang sedang dirawat.

"Waktu ledakan pertama, itu saya melihat asap dari kanan saya dari Starbucks Coffee. Sopir saya bilang 'Pak ada ledakan', waktu itu saya sempat mengira ah ledakan kompor gas itu," jelas Martuani dikutip dari detik, Senin (18/1/2016).

Selang beberapa detik kemudian, Martuani kembali mendengar ledakan yang lebih keras. Ia kemudian memerintahkan sopirnya untuk putar balik ke arah perempatan Thamrin. Ia lalu menghentikan mobilnya di tengah jalan, tepat di seberang Starbucks Coffee.

"Setelah terdengar ledakan kedua, saya memastikan ini ledakan bom. Kemudian saya menuju ke Pos Lalu Lintas," ucapnya.

Martuani bersama sopirnya kemudian mendekati kerumunan warga. Ia melihat seorang anggota lalu lintas terkapar di dalam pos Lalu Lintas. Di situ, dia juga melihat ada 3 orang lainnya terkapar.

"Saya mendengar anggota lalu lintas itu meminta tolong 'tolong pak...tolong'," lanjutnya.

Di tengah kerumunan warga, Martuani kemudian melihat seorang pria berbaju putih dengan membawa senjata api di pinggangnya, yang kemudian baru diketahui pria itu ternyata AKBP Untung Sangaji.

"Saya lihat orang ini bawa senjata api, saya tanya 'kamu siapa, lalu dia jawab, siap pak saya AKBP Untung Sangaji, polisi pak'," ungkapnya.

Langkah pertama yang ia lakukan saat itu menutup lalu lintas. Ia memerintahkan sejumlah anggota lalu lintas untuk mengamankan TKP. Martuani kemudian bersama Untung dan seorang anggota lalu lintas kemudian mengevakuasi anggota polantas yang terkena ledakan, ke dalam mobil patroli lalu lintas. Tanpa disadari, tiba-tiba terdengar letusan senjata api.

"Tahu-tahu ada tembakan, dan kemudian satu orang jatuh, Rais itu. Sopir mobil patroli lalu lintas juga kena tembakan," imbuhnya.

Setelah mengetahui adanya serangan bersenjata api, Martuani kemudian mencari perlindungan bersama sopirnya dan Untung. Beberapa menit kemudian, tiba Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Risyapudin Nursin di Sarinah.

"Lalu saya panggil Untung, 'sini Untung, kamu jaga saya dari belakang, sopir jaga dari kiri saya," lanjutnya.

 

Habiskan 2 Magazen Peluru

Martuani, Untung dan sopirnya mendapat serangan dari Afif Cs yang saat itu berlindung di depan parkiran Starbucks Coffee. Setelah mengetahui arah tembakan datangnya dari depan Starbucks, Martuani, Untung dan sopirnya kemudian membalas serangan dengan berlindung di balik mobilnya.

"Peluru saya, dua magazen itu habis. 22 Peluru, satu magazen kan isinya 11. Senjata api memang saya ada," cetusnya.

Mobil dinas Martuani juga sempat dilempar bom oleh Afif dan Ali yang berada di parkiran Starbucks Coffee. "Kabagops Jakarta Pusat kena itu," cetusnya.

Ketika terjadi tembak-menembak itu, Martuani tidak sempat menggunakan body vest, padahal perlengkapan tersebut ada di dalam mobilnya. "Kalau menunggu pakai body vest dulu lama, berapa banyak orang akan mati. Ini kan spontanitas, tetapi memang SOP-nya seperti itu. Cuma kita kan awalnya tidak tahu kalau itu adalah teroris," tuturnya.

Ketika terjadi tembak-menembak selama sekitar 10 menit, barulah Polisi lainnya tiba. "Habis itu baru datang Kapolsek (Menteng) AKBP Deddy Tabrani, baru Dirkrimum. Saya tidak bicara tembakan siapa yang mengenai ya, tapi saya bicara urutan peristiwanya," katanya.

Beruntung, Martuani selamat dalam peristiwa tersebut. Pada malam harinya setelah situasi di TKP aman, Martuani baru menemui istrinya yang berada di RSPAD Gatot Subroto, Jakpus.

"Saya dahulukan dulu tugas. Istri saya ketemu malam harinya," pungkasnya.

Dilansir dari laman detik 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...