(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Saat Ketua Dewan Komisioner OJK Bicara Soal Fenomena Ekonomi

Karna H.
Karna H.

Saat Ketua Dewan Komisioner OJK Bicara Soal Fenomena Ekonomi Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso/Foto: Karna WNN

WinNetNews.com - Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perbankan terus meningkat hingga 3%. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa NPL terjadi paling besar pada kredit komersial. Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, bila dilihat dari anatomi kredit yang benar-benar tidak bergerak itu komersial. Misalnya kredit komersial yang jumlahnya Rp200 miliar, Rp250 miliar hingga Rp900 miliar.

"Itu adalah segmen komersial. Ini yang betul-betul gak gerak. Kalau yang corporate gerak, infrastruktur gerak. Yang bawah gerak. Nah segmen ini adalah segmen yang biaya kaya distributor karena kemarin pada saat komoditi harga rendah, harga minyak turun, distributor yang kena," ujarnya di Jakarta, Rabu (27/09/2017).

Menurut dia, ketika harga komoditas turun otomatis perusahaan-perusahaan yang tadinya merencanakan investasi banyak pun turut berhenti karena barang ekspor dari distributornya tidak ada.

"Inilah sebenarnya NPL di industri perbankan merupakan segmen paling banyak komersial sehingga ini memang fenomena, fenomena ekonomi," ujarnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});