Saat Segalanya Dimulai dari Dunia Maya, Berakhir Jadi Teror di Mapolda Sumut
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Rikwanto/Foto: Zool WNN

Saat Segalanya Dimulai dari Dunia Maya, Berakhir Jadi Teror di Mapolda Sumut

Jumat, 30 Jun 2017 | 17:15 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Harus diakui, salah satu efek negatif dari dunia maya adalah tak adanya penyaring dari derasnya informasi kecuali dari penggunanya sendiri. Ini juga yang terjadi dari SP, pelaku teror di Mapolda Sumut, yang pernah tinggal di Suriah itu.

"SP yang tertangkap dengan tertembak kakinya ini dari hasil pemeriksaan, tahun 2004 mulai bermain internet dan di situlah dia buka laman-laman radikalisme, dan di situlah dia teradikalisasi, menjadi simpatisan dari Jemaah Ansorut Daulah (JAD) sampai akhirnya (ke Suriah)," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/06/2017).

Rikwantot kembali mengungkapkan, untuk berangkat ke Suriah SP meminjam uang ke salah satu bank swasta sebesar Rp 20.000.000.

"(Tahun) 2013 pinjam uang di salah satu bank sebanyak Rp 20 juta untuk pergi ke Suriah untuk bergabung rekan-rekannya di sana menjadi pejuang di Suriah selama 6 bulan dan kembali ke Indonesia," katanya.

Seperti diketahui, sebelum para teroria beraksi di Polda Sumut, SP merekrut pelaku lainnya yaitu AR, FP, dan HB. Pelaku yang direkrut tersebut merupakan pedagang kecil yang juga tetangga SP.

"Mereka ini direkrut untuk menjadi kaki tangannya. Dari dua orang tersebut satu tewas satu terluka kakinya dikembangkan kemudian, ditangkaplah inisial FP kemudian HB, mereka semua yang tertangkap ini berperan sebagai tim survei," jelasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...