(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Saatnya Beli Saham Berkapitalisasi Besar

Rusmanto
Rusmanto

Saatnya Beli Saham Berkapitalisasi Besar

Saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) direkomendasikan untuk dibeli karena harganya sudah sangat murah yang terlihat dari turunnya price to earning ratio (PER). Saham-saham big cap antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Turunnya valuasi saham-saham big cap di Bursa Efek Indonesia (BEI) terjadi sejalan dengan anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 18,80% secara tahun berjalan (year to date/ytd), terutama karena sentimen global akibat ketidakpastian rencana penaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed). PER emiten di BEI per 23 September 2015 turun rata-rata menjadi 11,6 kali, dari 17,84 kali pada akhir Desember 2014.

Berdasarkan data BEI, top 10 saham big cap pada penutupan perdagangan Rabu (23/9), masing-masing ditempati PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) dengan kapitalisasi pasar (market cap) Rp 329 triliun (7,5% terhadap total market cap BEI), disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan market cap Rp 290 triliun (6,6%), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) senilai Rp 282 triliun (6,4%).

Selanjutnya PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan market cap Rp 268 triliun (6,1%), PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 223 triliun (5,1%), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 215 triliun (4,9%), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 186 triliun (4,2%).

Lainnya adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp 80 triliun (1,8%), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp 79 triliun (1,8%), serta PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan market cap Rp 69 triliun (1,6%). Total market cap ke-10 saham tersebut mencapai Rp 2.020 triliun atau 46% dari total market cap BEI senilai Rp 4.390 triliun.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});