Sabun Hotel Tak Terpakai Bisa Selamatkan Jutaan Orang di Dunia!
Foto: CNN

Sabun Hotel Tak Terpakai Bisa Selamatkan Jutaan Orang di Dunia!

Rabu, 10 Mei 2017 | 09:29 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Lain kali jika kam mau check out dari sebuah hotel, luangkanlah pikiran untuk sabun yang nyaris tidak disentuh yang tertinggal di kamarmu. Karena itu bisa bermanfaat bagi dunia. Dan jika sabun hotel tidak digunakan, itu bisa menyelamatkan jutaan orang di dunia.

Di seluruh dunia, lima juta sabun hotel menuju ke tempat pembuangan akhir setiap hari. Tapi Clean the World bertujuan mengubah lempengan yang dibuang menjadi komoditas yang mengubah kehidupan.

Dengan pusat daur ulang di Amerika Serikat dan Hong Kong, perusahaan nirlaba ini telah bermitra dengan 5.000 hotel secara internasional untuk mendaur ulang sabun dari hampir satu juta kamar hotel setiap hari, mendistribusikannya ke keluarga, sekolah dan organisasi yang membutuhkan.

Mengapa? UNICEF memperkirakan bahwa 1,4 juta anak setahun meninggal karena penyakit seperti pneumonia dan kolera, mudah dicegah dengan kebersihan yang lebih baik.

"Sabun, kesehatan dan kebersihan memiliki dampak besar di dunia kita," kata pendiri Shawn Seipler kepada CNN .

"Sabun berdampak pada kesehatan, sabun berdampak pada lingkungan seseorang. Sabun berdampak pada masalah ekonomi. Sabun berdampak pada tingkat penyebaran penyakit menular." katanya.

Sebagai wakil presiden sebuah perusahaan teknologi global, dia terus-menerus bepergian, menetap beberapa malam di hotel manapun. Lagi dan lagi, dia menyadari sabun hotelnya lenyap dalam semalam, bahkan jika dia tidak menyentuhnya.

"Suatu hari, saya menelepon meja depan hotel yang saya tinggali dan bertanya kepada mereka apa yang terjadi dengan sabun itu ketika saya selesai melakukannya. Mereka mengatakan itu dibuang," kenang Seipler.

Dia melakukan penelitian dan menemukan bahwa industri perhotelan itu melemparkan jutaan sabun setiap hari.

Seipler tidak segera tahu bagaimana atau apa yang akan dilakukannya dengan informasi ini, namun penyelidikan lebih lanjut membawanya ke sebuah hubungan penting. Pada saat itu, ia menemukan bahwa sembilan juta anak meninggal setiap tahun akibat penyakit pneumonia dan gastrointestinal.

"Penelitian yang tak terhitung jumlahnya menunjukkan bahwa jika kita memberi sabun pada anak-anak ini dan berbicara kepada mereka tentang bagaimana dan kapan harus mencuci tangan, kita bisa mengurangi kematian tersebut menjadi dua. Dengan jumlah sabun yang kita buang secara global, saya terkejut bahwa tidak ada yang menggabungkan ini sebelum kita." katanya.

Seipler belajar cara mendaur ulang sabun, tapi operasi itu awalnya suka berkeriput.

"Keluargaku dan aku mendirikan pusat daur ulang di satu garasi mobil di pusat kota Orlando, Florida. Kami semua duduk-duduk di atas ember acar terbalik, dengan pengupas kentang. Kami akan mengikis sabun, membawa penggiling daging untuk memecahnya, dan kompor untuk mencairkannya. Kami memiliki cetakan sabun dan rak kayu untuk mengipas sabun saat dilakukan re-badging (menambahkan logo)." kenang Seipler.

Polisi bahkan mampir sekali dengan beberapa kecurigaan.

"Itu adalah pabrik pertama kami sepanjang hari kerja dan kami akan menghasilkan 500 batang sabun," kata Seipler.

Mereka akhirnya menggandakan prosesnya setelah menjalin kemitraan hotel besar pertama, dengan Marriott International, dan kemitraan logistik dengan UPS dan Guest Supply, pemasok perlengkapan mandi hotel.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...