Sadis, Siswi SD Dibunuh Saat Kerja Kelompok
Ilustrasi (Unsplash)

Sadis, Siswi SD Dibunuh Saat Kerja Kelompok

Rabu, 18 Sep 2019 | 09:25 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Mengerjakan tugas bersama-sama dengan teman atau kerja kelompok, biasa dilakukan oleh para pelajar. Hal ini diadakan agar mereka bisa terbiasa untuk bekerjasama dengan orang lain dalam menyelasaikan masalah.

Namun, kerja kelompok yang dilakukan oleh seorang bocah berinisial RA berakhir tragis. Nyawa siswa SD ini harus melayang di tangan Akhmad (35).

Peristiwa tragis ini terjadi di Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, pada Selasa (17/9) siang. Saat itu warga sekitar dikejutkan dengan temuan tubuh seorang anak perempuan yang sudah tidak bernyawa dan dalam kondisi yang mengenaskan. Siswi kelas 4 SD tersebut ditemukan dengan kondisi kepala yang terpisah dari badan.

Kapolsek Limpasu Iptu Djoni Asmoro Seotrisno pun membenarkan adanyan kejadian ini dan mengamankan pelaku. “Benar, pelaku atas nama Akhmad yang juga warga setempat telah diamankan,” kata Djoni, seperti yang dikutip dari Suara.

Saksi mata yang berada di lokasi mengatakan, sekitar pukul 12.30 WITA, korban sedang belajar dengan dua temannya, KK (8) dan K (6) di depan rumah pelaku. Pelaku pun datang dari dalam rumah sambil membawa sebilah parang. Kemudian, tanpa aba-aba pelaku pun menghampiri korban dan menebas leher korban hingga putus.

“Melihat kejadian tersebut, teman korban lari menyelamatkan diri dan menceritakan kepada Arbaidah, orang tua KK,” kata Djoni.

Setelah melakukan pembunuhan, Akhmad menyembunyikan alat yang ia gunakan di bawah pohon bambu di belakang rumahnya. Pelaku diketahui memiliki gangguan kejiwaan.

Selain itu, ini bukanlah pertama kali Akhmad melakukan pembunuhan. Pada tahun 2014 lalu, pria ini juga sempat melakukan hal yang sama pada warga lain.

Saat ini polisi masih menggali keterangan dari pelaku untuk mengetahui motif dari perbuatan sadisnya itu. Akhmad pun akan dijerat dengan pasal 338 KUHP dan atau pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 tahun 2014 perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 karena melakukan pembunuhan dan atau kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...